Sebuah pesawat Air India lepas landas saat pesawat IndiGo menunggu izin di Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel di Ahmedabad, India, 7 Juli 2017. REUTERS
New Delhi, Jurnas.com - Otoritas Pengatur Ekonomi Bandara India memperintahkan seluruh bandara utama memangkas tarif operasional, yang meliputi tarif parkir dan pendaratan, sebesar 25 persen selama tiga bulan ke depan untuk penerbangan domestik.
Kebijakan ini diambil guna memberikan keringan kepada maskapai penerbangan yang tercekik di bawah tekanan keuangan, akibat perang Amerika Serikat (AS) melawan Iran di Timur Tengah.
Langkah untuk memangkas biaya tersebut dilakukan setelah IndiGo dan Air India meminta rasionalisasi beberapa biaya yang dikenakan oleh bandara.
Dua maskapai penerbangan terbesar di negara ini menghadapi pukulan ganda akibat perang Iran, karena maskapai penerbangan India sudah dilarang terbang di atas wilayah Pakistan.
Menurut International Air Transport Association (IATA), biaya layanan bandara dan navigasi udara merupakan kategori pengeluaran terbesar ketiga bagi maskapai penerbangan di seluruh dunia setelah bahan bakar dan tenaga kerja.
Saham IndiGo melonjak hingga 10 persen pada Rabu (8/4), mencapai batas atas, seiring dengan pulihnya sektor maskapai penerbangan secara keseluruhan setelah AS mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran, sebagaimana dikutip dari Reuters.
Sementara itu, otoritas pengatur bandara India mengatakan pengurangan sementara tarif akan berlaku segera, dan setiap kekurangan pendapatan akan ditangani dalam peninjauan tarif di masa mendatang.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Tarif Operasional Bandara Konflik Timur Tengah Penerbangan India


























