Selasa, 07/04/2026 17:22 WIB

Mendikdasmen Dorong Lulusan SMK Swasta Sudah Siap Kerja





Kemdikdasmen terus mendorong transformasi tata kelola SMK swasta sebagai upaya mewujudkan pendidikan vokasi yang unggul, relevan, dan berdaya saing.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu`ti (Foto: Humas Kemdikdasmen)

Banten, Jurnas.com -  Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menginginkan terus transformasi tata kelola Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta sebagai upaya mewujudkan pendidikan vokasi yang unggul, relevan, dan berdaya saing.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Pengembangan SMK Swasta oleh Yayasan untuk Menjadi Sekolah Unggul yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus, di Kabupaten Tangerang, pada Senin (6/4).

Mendikdasmen, Abdul Mu`ti, menegaskan bahwa SMK memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi dinamika dunia kerja.

Namun demikian, masih terdapat tantangan terkait citra publik terhadap SMK, termasuk isu penguatan karakter dan persepsi sebagai penyumbang pengangguran.

“Penguatan karakter harus menjadi bagian integral dalam pendidikan SMK. Kita juga harus menjawab kritik terhadap kesiapan lulusan dengan kerja nyata, melalui peningkatan kualitas pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Mu`ti.

Sebagai langkah strategis, Kemendikdasmen mendorong implementasi kebijakan SMK dengan masa studi empat tahun.

Penambahan masa studi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kematangan lulusan sekaligus memberikan keterampilan spesifik sesuai kebutuhan dunia kerja, termasuk peluang kerja di luar negeri.

Selain itu, pemerintah juga membuka peluang yang lebih luas bagi lulusan SMK untuk bekerja di mancanegara melalui penguatan kerja sama lintas kementerian, dengan pembekalan keterampilan teknis, bahasa, dan pemahaman budaya kerja.

Mendikdasmen juga menekankan pentingnya penguatan kewirausahaan berbasis keunggulan lokal melalui pengembangan program keahlian yang selaras dengan potensi daerah, sehingga lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan pekerjaan.

“Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, kita tidak mungkin mencapai swasembada pangan jika sektor pertanian dan kelautan tidak kita kelola dengan baik. Karena itu, pendidikan SMK harus kita arahkan berbasis potensi lokal. SMK yang berada di wilayah pesisir harus dekat dengan laut, memahami ekosistemnya, dan mampu mengolahnya menjadi kekuatan ekonomi. Demikian pula di daerah pertanian, kita harus melahirkan lulusan yang mampu mengelola sumber daya alam menjadi nilai tambah. Inilah peran strategis SMK dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu membangun kemandirian bangsa,” kata Abdul Mu`ti.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, penguatan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi, serta kemampuan adaptasi menjadi hal yang tidak terpisahkan dari pendidikan SMK.

Selain itu, pemanfaatan teknologi juga menjadi penting untuk mendukung kemampuan lulusan dalam mengemas, memasarkan, dan mempromosikan produk berbasis potensi lokal, baik di sektor pertanian maupun kelautan, sehingga memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa SMK swasta memiliki kontribusi yang sangat signifikan dalam sistem pendidikan nasional.

Dari sekitar 45 ribu SMK di Indonesia, sekitar 73 persen merupakan SMK swasta. Dengan jumlah peserta didik SMK sekitar 5 juta, kurang lebih 3,5 juta siswa berada di sekolah swasta.

“Artinya, kualitas pengelolaan SMK swasta sangat menentukan masa depan pendidikan vokasi di Indonesia. Karena itu, penguatan tata kelola yang profesional, transparan, dan akuntabel menjadi kunci,” ujar Tatang.

Tatang menambahkan bahwa tantangan utama yang dihadapi SMK swasta adalah kesenjangan kapasitas antar sekolah, serta kebutuhan untuk terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Dalam kegiatan ini, sekitar 200 pimpinan yayasan SMK swasta dari seluruh Indonesia hadir sebagai pengambil keputusan strategis, mewakili berbagai latar belakang, mulai dari yayasan kedinasan, organisasi profesi, lembaga keagamaan, hingga yayasan berbasis industri.

Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk berbagi praktik baik, memperkuat regulasi, serta membahas dukungan pendanaan dan sarana prasarana, termasuk program digitalisasi pendidikan.

“Melalui kegiatan ini, kami mendorong lahirnya kesepakatan bersama antar yayasan, penyusunan panduan teknis, serta rencana transformasi tiga tahun yang konkret sebagai langkah penguatan tata kelola dan peningkatan kualitas SMK swasta,” tambah Dirjen.

Kemendikdasmen berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan SMK yang berkualitas, relevan, dan mampu mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

 

KEYWORD :

Mendikdasmen Abdul Mu`ti SMK Swasta Program Kemdikdasmen Lulusan Siap Kerja




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :