Pembuatan mesin drone di Republik Ceko (Foto: Reuters)
Praha, Jurnas.com - Sejumlah produsen mesin jet mini spesialis di seluruh Eropa terus meningkatkan produksi dan investasi, guna mencegah kekurangan pasokan yang pada akhirnya menghambat program drone serang jarak jauh Ukraina menghadapi Rusia.
Drone mini turbojet lebih cepat daripada model yang menggunakan baling-baling dan jauh lebih murah daripada rudal jelajah, memungkinkan Ukraina menyerang jauh ke dalam wilayah yang dikuasai Rusia, dan bersaing dengan sistem Rusia yang lebih canggih seperti Geran-5.
Namun, kekurangan mesin mini tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang potensi krisis pasokan untuk drone serang jarak jauh, menurut sejumlah pakar persenjataan, perusahaan, dan pejabat pemerintah yang dilaporkan Reuters pada Selasa (7/4).
"Eropa memiliki hambatan besar dalam produksi mesin jet mini," kata kata Fabian Hoffmann, peneliti senior di Norwegian Defence University College. Dia menyebut sektor ini juga kunci untuk membantu mengurangi ketergantungan Eropa pada Amerika Serikat.
Hal ini dibenarkan oleh salah seorang sumber anonim dari industri pertahanan Ukraina. Dia mengatakan kekurangan mesin mini tersebut kemungkinan merupakan faktor utama yang membatasi jumlah drone rudal yang bisa diproduksi.
"Ini menjadi masalah besar bagi program rudal kami," kata sumber tersebut.
Drone serang jarak jauh memberikan hasil positif bagi Kyiv pada saat sekutu-sekutu sedang teralihkan perhatiannya oleh perang di Timur Tengah dan Rusia terus meraih kemenangan di lapangan.
Selain drone serang jarak jauh, mesin jet mini juga menggerakkan amunisi jelajah dan pencegat rudal. Karena hanya sedikit produsen Eropa yang memproduksinya dalam skala besar sebelum invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, peningkatan produksi terbukti sulit.
PBS Group yang berbasis di Republik Ceko, salah satu dari sedikit produsen mapan di awal perang, telah meningkatkan produksi lima kali lipat sejak 2023, dan memperkirakan angka tersebut akan mencapai delapan kali lipat pada akhir tahun ini seiring dengan melonjaknya permintaan Ukraina.
Mesin turbojet PBS menggerakkan drone serang jarak jauh seperti Palianytsia, yang dapat mencapai kecepatan hingga 900 kilometer per jam (559 mil per jam).
Kecepatan ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan drone Shahed bertenaga baling-baling yang digunakan oleh Rusia sekitar 185 km/jam untuk.
Drone Rusia bersaing dengan drone Geran-5 bertenaga jet milik Rusia, yang dapat terbang hampir 1.000 km (621 mil) dengan kecepatan hingga 600 kph dan membawa muatan sekitar 90 kilogram (198 pon).
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Drone Ukraina Produksi Mesin Jet Mini Perang Rusia vs Ukraina

























