Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi PKS, Sukamta. (Foto: Dok. Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengambil sikap tegas dengan menekan Israel agar bertanggung jawab atas insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon.
Politikus PKS ini menegaskan, pemerintah Indonesia perlu memaksimalkan peran diplomatiknya agar PBB tidak bersikap pasif terhadap insiden tersebut. Ia menilai, akuntabilitas menjadi kunci penting guna menjaga kredibilitas misi penjaga perdamaian dunia.
“PBB harus mendorong pertanggungjawaban dari pihak yang terlibat. Pemerintah juga perlu memastikan organisasi tersebut bertindak tegas,” ujarnya, Selasa (7/4).
Ia mengungkapkan, serangan yang terjadi bukan hanya sekali, tetapi berulang hingga menyebabkan korban jiwa dan luka di kalangan prajurit Indonesia. Karena itu, ia meminta Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama pemerintah memastikan penanganan optimal terhadap prajurit yang terdampak.
Lebih lanjut, Sukamta menekankan posisi Indonesia yang strategis dalam misi perdamaian global. Selain sebagai negara yang kehilangan personel, Indonesia juga dikenal sebagai salah satu kontributor terbesar pasukan penjaga perdamaian dunia.
“Insiden ini tidak hanya menyangkut kepentingan nasional, tetapi juga menyentuh aspek tata kelola keamanan internasional,” katanya.
Ia mengingatkan, jika proses investigasi tidak menghasilkan kejelasan dan pertanggungjawaban yang kuat, hal itu berpotensi menciptakan preseden buruk bagi perlindungan pasukan perdamaian di berbagai wilayah konflik.
Komisi I DPR, lanjutnya, mendorong agar investigasi tidak berhenti pada aspek teknis semata. Evaluasi menyeluruh terhadap kepatuhan pihak-pihak yang berkonflik terhadap prinsip hukum humaniter internasional juga dinilai penting, terutama dalam konteks perlindungan pasukan PBB.
Dalam situasi yang semakin memanas di Lebanon selatan, Sukamta menilai keberadaan pasukan United Nations Interim Force In Lebanon (UNIFIL) seharusnya berada dalam zona aman yang diakui semua pihak.
Ia juga mendorong pemerintah untuk mengintensifkan komunikasi diplomatik dengan negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB. Langkah tersebut dinilai penting guna memastikan investigasi berjalan independen, transparan, dan dapat diterima komunitas internasional.
Di sisi lain, evaluasi internal terhadap sistem perlindungan prajurit Indonesia di wilayah konflik juga dinilai mendesak. Namun demikian, ia menegaskan hal itu bukan berarti mengurangi komitmen Indonesia dalam mendukung misi perdamaian dunia.
“Adaptasi terhadap prosedur keamanan harus menjadi perhatian serius agar keselamatan prajurit tetap terjamin,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah melepas jenazah tiga prajurit TNI yang gugur dalam penugasan di Lebanon. Ketiganya adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Warta DPR Komisi I Sukamta PKS pasukan perdamaian prajurit TNI meninggal dunia


























