Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade. (Foto: Dok. Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menilai keputusan pemerintah yang tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) menunjukkan kesiapan Prabowo Subianto dalam menghadapi tekanan geopolitik global.
Menurut Andre, di tengah tren kenaikan harga energi di berbagai negara termasuk di kawasan Asia Tenggara, Indonesia justru memilih menjaga stabilitas harga BBM demi melindungi daya beli masyarakat.
Ia menegaskan kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah memiliki perencanaan yang matang dalam menjaga ketahanan energi nasional.
“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, tidak perlu antre di SPBU. Selain tidak ada kenaikan harga, stok BBM juga dalam kondisi aman,” ujar Andre di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (1/4).
Sebagai mitra kerja Pertamina, Komisi VI DPR RI, kata dia, terus melakukan koordinasi guna memastikan distribusi dan ketersediaan BBM tetap terjaga di seluruh wilayah. Ia memastikan hingga saat ini pasokan masih mencukupi kebutuhan nasional.
Terkait wacana pembatasan pembelian BBM, Andre menyebut hal tersebut masih dalam tahap pembahasan awal dan belum menjadi kebijakan resmi. DPR, lanjutnya, akan menunggu skema yang disiapkan pemerintah bersama Kementerian ESDM dan Pertamina.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah tidak akan melakukan penyesuaian harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi. Keputusan tersebut diambil setelah koordinasi lintas kementerian dan BUMN energi, sesuai arahan Presiden.
Pemerintah, kata Prasetyo, tetap menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan, termasuk dalam menjaga stabilitas harga energi di tengah dinamika global.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Warta DPR Komisi VI Andre Rosiade Prabowo Subianto harga BBM PT Pertamina


























