Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Anadolu)
Jakarta, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi mengumumkan perpanjangan penundaan rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama 10 hari ke depan.
Keputusan yang disampaikan pada Kamis (26/3) ini sekaligus mengundur tenggat waktu bagi Teheran untuk membuka kembali jalur pelayaran vital di Selat Hormuz hingga 6 April 2026.
Melalui unggahan di media sosial, Trump memberikan sinyal optimistis mengenai proses negosiasi yang sedang berlangsung, meski sebelumnya pihak Teheran sempat menyatakan penolakan terhadap proposal gencatan senjata yang diajukan Washington.
"Pembicaraan dengan Iran berjalan sangat baik," tulis Trump di media sosial miliknya.
Langkah penundaan ini, menurut Trump, merupakan respons atas permintaan langsung dari pemerintah Iran.
Sebelumnya pada Senin (23/3), Trump juga telah menunda ancaman penghancuran pembangkit listrik Iran selama lima hari, setelah sempat memberikan ultimatum 48 jam agar jalur perdagangan minyak global tersebut dibuka kembali.
Berdasarkan jadwal terbaru, penangguhan serangan ini akan berlaku hingga pukul 20.00 waktu Washington pada 6 April mendatang.
Krisis di jalur perairan strategis ini bermula sejak pecahnya konflik bersenjata antara AS-Israel dan Iran pada akhir Februari lalu.
Serangan udara yang dilancarkan AS-Israel pada 28 Februari memicu aksi balasan dari Iran yang menyasar wilayah Israel serta negara-negara di kawasan Teluk.
Akibat eskalasi tersebut, Selat Hormuz yang menjadi urat nadi perdagangan gas dan minyak dunia sebagian besar masih tertutup bagi pelayaran internasional.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Amerika Serikat Donald Trump Iran vs Amerika Gencatan Senjata

























