Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim (Foto: Anadolu)
Istanbul, Jurnas.com - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, membawa kabar baik mengenai kelancaran jalur logistik energi negaranya.
Kapal-kapal tanker minyak milik Malaysia kini telah mengantongi izin untuk kembali melintasi Selat Hormuz, sebuah jalur pelayaran vital yang sempat terganggu akibat ketegangan di Timur Tengah.
Kepastian ini didapat setelah Anwar menjalin komunikasi dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Melalui laporan kantor berita Bernama, Anwar menyampaikan apresiasinya kepada pemimpin Iran tersebut atas lampu hijau yang diberikan.
PBB: Perang Timur Tengah Sudah di Luar Kendali
"Sekarang kami sedang dalam proses melepaskan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang," kata Anwar dalam pidato di televisi, Kamis (26/3) dikutip dari Anadolu.
Meski izin telah diberikan, Anwar mengakui bahwa proses diplomasi dengan Teheran tetap penuh tantangan. Iran disebut masih menaruh kecurigaan besar terhadap stabilitas perdamaian di kawasan tersebut.
"Namun, ini tidak mudah karena Iran merasa telah berkali-kali ditipu dan sulit menerima langkah menuju perdamaian tanpa perjanjian yang mengikat dan jaminan keamanan," ucap Anwar.
Anwar juga menyoroti betapa luasnya dampak konflik saat ini, terutama di Lebanon yang mengakibatkan jutaan orang kehilangan tempat tinggal.
Kompleksitas situasi semakin bertambah karena respons militer Iran juga memberikan efek bagi negara-negara di Teluk.
Guna meredam ketegangan, Anwar terus bergerak aktif secara diplomatik. Selain dengan Pezeshkian, ia juga telah berdialog dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi serta melakukan pembicaraan telepon ketiga kalinya dengan PM Pakistan Shehbaz Sharif untuk mengupayakan perdamaian kawasan.
Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan urat nadi energi dunia yang menyalurkan sekitar 20 juta barel minyak per hari.
Gangguan di jalur ini sejak awal Maret telah memicu lonjakan harga minyak dunia dan biaya pengiriman global, menyusul eskalasi besar yang terjadi setelah serangan AS dan Israel ke Iran pada akhir Februari lalu yang menewaskan tokoh-tokoh kunci Teheran.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim Selat Hormuz Konflik Timur Tengah
























