Kamis, 26/03/2026 11:20 WIB

Meteor Sebesar Bola Hantam Rumah Texas, Fenomena Fireball Meningkat di AS





Menurut NASA, objek tersebut melaju lebih dari 56.000 km/jam dan meledak di ketinggian sekitar 47 kilometer, menghasilkan kilatan terang dan dentuman sonik

Memotret bola api (kiri) serta jejak asap yang ditinggalkannya (kanan) saat meteor tersebut pecah di atmosfer (Foto: Via Live Science)

Jakarta, Jurnas.com - Sebuah meteorit berukuran sebesar bola melon dilaporkan menghantam atap rumah warga di Houston, Texas, setelah serangkaian fenomena “fireball” terlihat melintas di langit Amerika dalam beberapa hari terakhir.

Peristiwa langka ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas meteor yang masih menjadi perhatian para ilmuwan. Insiden tersebut bermula saat sebuah asteroid kecil memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan tinggi sebelum pecah akibat gesekan udara.

Menurut NASA, objek tersebut melaju lebih dari 56.000 km/jam dan meledak di ketinggian sekitar 47 kilometer, menghasilkan kilatan terang dan dentuman sonik.

Dikutip dari Live Science, ledakan ini dilaporkan oleh sedikitnya 180 saksi mata yang melihat cahaya melintas di langit Texas. Simulasi menunjukkan bahwa beberapa fragmen meteorit berhasil mencapai permukaan, termasuk satu yang menembus atap rumah warga dan memantul di dalam kamar sebelum berhenti.

Pemilik rumah mengaku mendengar suara dentuman keras sebelum menemukan lubang di atap dan benda asing di dalam ruangan. Meski sempat terkejut, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, menjadikannya salah satu kejadian langka yang berakhir tanpa cedera.

Fenomena ini bukan kejadian tunggal, melainkan bagian dari rangkaian “fireball” yang terjadi dalam sepekan terakhir di berbagai wilayah Amerika Serikat. Data dari American Meteor Society mencatat setidaknya empat kejadian serupa dalam tujuh hari.

Sebelumnya, meteor berukuran mobil juga meledak di langit Ohio dan menghasilkan gelombang kejut yang cukup kuat hingga memecahkan kaca bangunan di darat. Selain itu, fenomena serupa juga dilaporkan terlihat di California, Arizona, hingga Nevada.

Meski terlihat dramatis, fenomena “fireball” sebenarnya merupakan bagian dari proses alami saat meteorit memasuki atmosfer dan terbakar. Namun, frekuensi kejadian dalam waktu singkat seperti ini dinilai tidak biasa, sehingga memicu perhatian komunitas ilmiah.

Para ahli menduga peningkatan ini berkaitan dengan fenomena musiman yang dikenal sebagai “spring fireballs,” yang umumnya terjadi antara Februari hingga April. Meski demikian, belum ada penjelasan pasti mengapa intensitasnya bisa meningkat pada periode tertentu.

Di sisi lain, insiden meteorit yang mencapai permukaan di kawasan permukiman tetap tergolong sangat jarang. Namun, kejadian di Texas ini menjadi pengingat bahwa benda luar angkasa tetap memiliki potensi risiko, meski sangat kecil.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kasus serupa juga tercatat, termasuk meteorit yang menembus rumah di Georgia hingga kejadian di Kanada dan Eropa. Bahkan, dalam kasus langka, meteorit pernah dilaporkan mengenai manusia secara langsung.

Temuan meteorit di Texas kini berpotensi menjadi objek penelitian lebih lanjut. Para ilmuwan berharap fragmen tersebut dapat memberikan informasi baru tentang asal-usul tata surya serta komposisi benda langit yang jarang mencapai Bumi.

Dengan meningkatnya laporan “fireball,” para peneliti terus memantau aktivitas ini untuk memahami pola dan potensi risikonya. Sementara itu, kejadian di Texas menjadi bukti nyata bahwa fenomena luar angkasa dapat terjadi sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. (*)

KEYWORD :

Meteor Jatuh Batu Meteroit Fenomena Fireball Amerika Serikat




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :