Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat. (Foto: Humas MPR)
Jakarta, Jurnas.com – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan bahwa opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai bagian dari strategi penghematan bahan bakar minyak (BBM) harus dirancang secara matang dan terukur.
Menurut Lestari, kesiapan teknis yang komprehensif menjadi kunci agar kebijakan tersebut tidak mengorbankan kualitas pendidikan. Sinkronisasi kebijakan antara kementerian, pemerintah daerah, hingga pelaksana di lapangan dinilai penting untuk menjamin hak belajar setiap anak tetap terpenuhi.
“Langkah teknis yang menyeluruh dan koordinasi lintas sektor harus dilakukan agar tidak ada anak yang kehilangan akses pendidikan,” kata Lestari dalam keterangannya, Selasa (24/3).
Anggota Komisi X DPR RI itu mengingatkan pengalaman saat pandemi COVID-19 harus menjadi pelajaran penting. Pada masa itu, berbagai kendala muncul, mulai dari kesiapan guru yang belum optimal hingga beban tambahan bagi orang tua, yang berdampak pada penurunan kualitas pembelajaran.
“Jangan sampai kesalahan yang sama terulang. Karena itu, semua harus dipersiapkan dengan baik,” ujarnya.
Selain kesiapan sumber daya manusia, Lestari juga menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur digital. Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang pada 2025 telah mendistribusikan perangkat teknologi seperti papan interaktif, laptop, dan media penyimpanan eksternal ke ratusan ribu satuan pendidikan.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa distribusi perangkat harus diikuti dengan peningkatan kapasitas tenaga pengajar dalam memanfaatkan teknologi tersebut secara efektif.
Lebih lanjut, Lestari menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat agar pelaksanaan PJJ berjalan optimal tanpa mengurangi mutu pendidikan.
“Keberlanjutan proses belajar yang berkualitas sangat menentukan daya saing generasi mendatang,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah tengah merumuskan strategi penghematan energi di sektor publik. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah penyesuaian metode pembelajaran, baik daring maupun luring, sesuai karakteristik mata pelajaran.
Ia memastikan bahwa kegiatan pembelajaran yang membutuhkan praktik langsung tetap akan dilakukan secara tatap muka guna menjaga kualitas hasil belajar.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat Komisi X pembelajaran jarak jauh penghematan BBM

























