Selasa, 24/03/2026 20:05 WIB

Relasi Memburuk, Jepang Turunkan Derajat Hubungan dengan China





Jepang akan revisi tingkat hubungan diplomatik dengan China, dari negara `paling penting` menjadi `penting` saja dalam Buku Biru Diplomatik 2026

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi (Foto: REUTERS)

Tokyo, Jurnas.com - Jepang akan revisi tingkat hubungan diplomatik dengan China, dari negara `paling penting` menjadi `penting` saja dalam Buku Biru Diplomatik 2026 yang akan ditandatangani Perdana Menteri Sanae Takaichi pada April nanti.

Dalam buku tersebut, dikutip dari Straits Times pada Selasa (24/3), Jepang menggambarkan China sebagai negara tetangga yang penting, dan hubungan kedua negara bersifat strategis dan saling menguntungkan.

Hal ini tak lepas dari serangkaian konfrontasi dengan Beijing selama setahun terakhir, termasuk kontrol ekspor logam tanah jarang, penguncian radar yang menargetkan pesawat militer Jepang, dan peningkatan tekanan di sekitar Taiwan.

Perubahan ini juga menjadi sinyal memburuknya hubungan yang telah mengakar sejak November, ketika Takaichi membuat Beijing marah dengan mengatakan bahwa Jepang dapat mengerahkan militernya jika langkah China terhadap Taiwan mengancam wilayahnya.

Beijing menanggapi dengan memberlakukan kembali pembatasan impor makanan laut Jepang, mendesak warganya untuk menghindari perjalanan ke Jepang, dan mengumumkan pembatasan terhadap logam tanah jarang dan mineral penting yang digunakan dalam komponen elektronik.

Takaichi lalu mengatakan bahwa pernyataannya sejalan dengan undang-undang keamanan yang telah berlaku selama satu dekade, sementara sebuah laporan dari badan intelijen AS pekan lalu mengatakan bahwa dia telah sangat menyimpang dari retorika para pemimpin Jepang sebelumnya.

Sementara itu, dalam pidatonya di parlemen pada Februari lalu, Takaichi memperingatkan tentang pemaksaan Tiongkok dan meningkatnya ancaman ekonomi dan keamanan yang ditimbulkan oleh Beijing dan mitra regionalnya, Rusia dan Korea Utara.

KEYWORD :

Buku Biro Diplomatik 2026 Hubungan Jepang dan China Sanae Takaichi




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :