Pengungsi Rohingya di Bangladesh (Foto: Reuters)
Dhaka, Jurnas.com - Badan Pangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merombak program bantuan sosial bagi pengungsi Rohingya di Bangladesh. Mulai April, bantuan bagi setiap rumah tangga mengacu pada ambang batas mininum ketahanan pangan.
Dikutip dari Reuters pada Selasa (24/3), Program Pangan Dunia (WFP) mengatakan pendekatan bertingkat berbasis kebutuhan yang baru ini bertujuan memastikan kebutuhan pangan minimum semua pengungsi terpenuhi, sekaligus mengarahkan dukungan yang lebih besar kepada mereka yang menghadapi tantangan terbesar.
Alih-alih mengurangi bantuan secara keseluruhan, sistem baru ini akan mengalokasikan bantuan pangan bulanan sesuai dengan tingkat kerawanan pangan rumah tangga yang ditetapkan melalui survei pada 2025.
"Ukuran ransum yang berbeda-beda sejalan dengan praktik terbaik global untuk krisis berkepanjangan dan akan memastikan distribusi bantuan pangan yang adil kepada mereka yang paling membutuhkannya," kata Juru Bicara WFP, Kun Li.
Sebagai satu-satunya penyedia bantuan pangan bulanan bagi pengungsi Rohingya, WFP mendukung hampir 1,2 juta orang di Bangladesh, termasuk sekitar 150.000 pendatang baru sejak 2024.
Menurut pejabat tinggi Bangladesh yang mengawasi kamp-kamp pengungsian Rohingya, Mohammed Mizanur Rahman, sekitar 33 persen rumah tangga dianggap sangat rentan, 50 persen tergolong cukup rentan, dan 17 persen termasuk kategori rentan.
Salah satu di antaranya Mohammed Jashim. Pria 37 tahun itu menyebut jatah makanan kian berkurang akibat krisis pendanaan global. Sementara dia juga menanggung hidup tiga anaknya yang masih berusia 4-11 tahun.
"Saya mendesak komunitas internasional untuk tidak melupakan kami. Saat ini kami tidak punya cara untuk kembali ke rumah. Tolong jangan tinggalkan kami," ujar dia.
Skema baru WFP mengkategorikan rumah tangga sebagai "sangat tidak aman", "sangat tidak aman", dan "tidak aman pangan" dalam hal pasokan makanan.
Bantuan bulanan sebesar US$12, US$10, dan US$7 masing-masing akan diberikan kepada rumah-rumah di tiga kategori tersebut di kota pesisir selatan Cox`s Bazar.
Adapun mereka yang berada di Bhasan Char yang menampung 31.000 pengungsi Rohingya, akan menerima pembayaran masing-masing sebesar US$13, US$11, dan US$8.
Untuk meningkatkan keragaman pola makan, rumah tangga yang dinilai paling rentan, seperti rumah tangga yang dikepalai oleh anak-anak, lansia atau perempuan, dan rumah tangga penyandang disabilitas, berhak mendapatkan tambahan US$3 dalam bentuk voucher makanan segar setiap bulan untuk setiap orang.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Ketahanan Pangan Rohingya Badan Pangan PBB Pengungsi Rohingya Bangladesh























