Selasa, 24/03/2026 18:28 WIB

Filipina Buka Peluang Hentikan Penerbangan Jarak Jauh





Presiden Filipina, Marcos Jr., membuka peluang menghentikan penerbangan jarak jauh untuk sementara, akibat potensi krisis bahan bakar yang dipicu oleh konflik

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr (Foto: REUTERS)

Manila, Jurnas.com - Presiden Filipina, Marcos Jr., membuka peluang menghentikan penerbangan jarak jauh untuk sementara, akibat potensi krisis bahan bakar yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.

"Beberapa negara telah memberi tahu maskapai penerbangan kami bahwa mereka tidak dapat mengisi bahan bakar pesawat mereka, jadi mereka harus membawa bahan bakar sendiri ke sana dan kembali," kata Marcos dikutip dari Bloomberg pada Selasa (24/3).

"Penerbangan jarak jauh akan menjadi masalah yang jauh lebih serius," dia menambahkan.

Saat kembali ditanya kemungkinan menghentikan operasional penerbangan, Marcos menjawab bahwa hal itu merupakan kemungkinan yang nyata, meskipun pemerintah tetap berupaya melakukan pencegahan.

Diketahui, maskapai penerbangan di Asia sedang menyusun rencana darurat lantaran konflik di Timur Tengah yang semakin memburuk mengancam akan memicu guncangan harga minyak terburuk sejak tahun 1970-an.

Sebab Filipina sangat bergantung pada impor minyak mentah yang sebagian besar berasal dari Timur Tengah, negara ini lebih rentan terhadap kekurangan energi dan kenaikan harga bahan bakar domestik yang terus melonjak dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Maskapai penerbangan bertarif rendah Filipina, Cebu Air, pada Senin (23/3) kemarin mengatakan pihaknya berencana mengurangi penerbangan mulai awal April karena melonjaknya harga bahan bakar.

Sementara itu, di negara ASEAN lainnya, Vietnam Airlines untuk sementara menangguhkan penerbangan di beberapa rute domestik. Adapun VietJet Aviation JSC mengurangi frekuensi penerbangan.

KEYWORD :

Penangguhan Penerbangan Presiden Filipina Marcos Jr Konflik Timur Tengah




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :