Maskapai penerbangan Jerman, Lufthansa di bandara Frankfurt (Foto: Reuters/Kai Pfaffenbach/File Photo)
Amsterdam, Jurnas.com - Maskapai Lufthansa memperpanjangan penangguhan penerbangan ke Timur Tengah, lantaran eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Dikutip dari Bloomberg pada Selasa (24/3), penerbangan ke Dubai dan Tel Aviv dihentikan hingga 31 Mei 2026. Sementara itu, ke berbagai kota lain termasuk Abu Dhabi, Beirut, dan Teheran ditangguhkan hingga 24 Oktober.
Akibat kebijakan ini, penumpang yang terdampak dapat melakukan pemesanan ulang secara gratis, atau menerima pengembalian dana penuh (refund).
Langkah ini diambil maskapai asal Jerman tersebut setelah British Airwats, bagian dari grup maskapai IAG SA, memperpanjangan pengurangan penerbangan hingga 31 Mei mendatang.
Sementara itu, maskapai penerbangan Eropa lainnya mengalihkan rute pesawat ke Asia dan Afrika, guna memanfaatkan peluang merebut kembali bisnis yang hilang akibat situasi Timur Tengah.
Sebagaimana diketahui, konflik AS-Israel terhadap Iran terus berlanjut hingga pekan keempat sejak pertama kali serangan gabungan AS-Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Khamenei, pada awal Maret.
Dalam dinamikanya, Teheran menutup Selat Hormuz, urat nadi distribusi minyak dan gas (migas) global, yang mengakibatkan kenaikan harga signifikan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Maskapai Lufthansa Konflik Timur Tengah Penangguhan Penerbangan























