Selasa, 24/03/2026 17:25 WIB

Rencana Satelit Militer Jerman Picu Kekhawatiran Uni Eropa





Rencana Jerman membangun jaringan satelit militer senilai 10 miliar euro atau nyaris Rp196 triliun memicu kekhawatiran di kalangan negara-negara Uni Eropa.

Bendera Uni Eropa berkibar di luar Komisi Eropa di Brussels, Belgia, 8 November 2023. REUTERS

Berlin, Jurnas.com - Rencana Jerman membangun jaringan satelit militer senilai 10 miliar euro atau nyaris Rp196 triliun memicu kekhawatiran di kalangan negara-negara Uni Eropa.

Proyek yang berkolaborasi dengan Rheinmetall, OHB, dan Airbus merupakan tambahan dari sistem IRIS2 senilai €10,6 miliar milik Uni Eropa, yang merupakan pilar utama dalam upaya blok mencapai otonomi pertahanan strategis.

Dikutip dari Reuters pada Selasa (24/3), para anggota parlemen Uni Eropa menilai inisiatif tunggal Jerman berisiko melemahkan upaya untuk memperkuat kemampuan pertahanan kolektif, seiring Uni Eropa beradaptasi dengan penurunan relatif payung pertahanan AS di bawah Presiden AS Donald Trump.

"Jika Jerman sekarang membangun arsitektur yang murni nasional dan tidak terintegrasi ke dalam IRIS2, ada risiko melemahkan struktur Eropa," kata Dr. Marie-Agnes Strack-Zimmermann, Ketua Komite Keamanan dan Pertahanan Parlemen Eropa.

Jerman memproyeksikan 100 satelit orbit rendah bumi (LEO) khusus untuk komunikasi militer, sementara proyek Uni Eropa, yang bertujuan untuk mengerahkan 290 satelit pada 2029, dirancang untuk membangun sistem komunikasi berbasis ruang angkasa terpadu.

Sejumlah analis mengatakan sistem Jerman akan memanfaatkan teknologi yang mirip dengan platform SpaceX Starshield milik Elon Musk, yang telah berperan penting dalam komunikasi medan perang Ukraina.

Baik sistem Jerman maupun Uni Eropa akan sebanding dalam skala dengan jaringan Starshield, meskipun IRIS2, yang juga akan membawa lalu lintas komersial, akan tetap jauh lebih kecil daripada sekitar 10.000 satelit Starlink.

KEYWORD :

Satelit Pertahanan Jerman Uni Eropa Jaringan Komunikasi IRIS2




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :