Selasa, 24/03/2026 09:42 WIB

Roket Rusia ke ISS Alami Gangguan Antena, Astronaut Siapkan Kendali Manual





- Misi logistik ke International Space Station kembali menghadapi tantangan setelah pesawat kargo Rusia mengalami gangguan teknis di orbit

Roket Rusia (Foto: Via Live Science)

Jakarta, Jurnas.com - Misi logistik ke International Space Station kembali menghadapi tantangan setelah pesawat kargo Rusia mengalami gangguan teknis di orbit. Insiden ini memaksa awak di luar angkasa menyiapkan skenario cadangan untuk memastikan suplai penting tetap sampai tujuan.

Pesawat tanpa awak bernama Progress 94 diluncurkan menggunakan roket Soyuz dari Kosmodrom Baikonur pada 22 Maret. Misi ini membawa sekitar 2,5 ton logistik, termasuk makanan, air, bahan bakar, oksigen, hingga peralatan ilmiah dan medis.

Namun sekitar 40 menit setelah peluncuran, salah satu antena utama pesawat gagal mengembang dengan sempurna. Padahal, komponen tersebut krusial untuk sistem navigasi otomatis saat proses docking ke modul Rusia di ISS.

Dikutip dari Live Science, akibatnya, prosedur penyambungan otomatis yang biasanya berlangsung presisi kini tidak dapat dilakukan. Tanpa antena tersebut, pesawat tidak mampu melakukan pendekatan dan penyelarasan posisi secara mandiri.

Sebagai langkah antisipasi, badan antariksa NASA menyebut seorang kosmonaut akan mengambil alih kendali secara manual menggunakan sistem cadangan dari dalam stasiun. Metode ini memungkinkan pesawat tetap diarahkan hingga berhasil merapat dengan aman.

Kosmonaut Sergey Kud-Sverchkov yang saat ini berada di ISS disiapkan untuk menjalankan prosedur tersebut. Ia merupakan astronot berpengalaman yang sebelumnya telah menjalani misi panjang di orbit dan memahami sistem docking manual Rusia.

Meski mengalami gangguan, sebagian besar sistem lain pada pesawat dilaporkan masih berfungsi normal. Upaya perbaikan dan evaluasi terus dilakukan sembari menunggu keputusan akhir apakah docking dilakukan secara otomatis terbatas atau sepenuhnya manual.

Insiden ini menambah daftar tantangan dalam misi Progress 94 yang sebelumnya juga sempat tertunda dari jadwal peluncuran awal pada akhir 2025. Penundaan kala itu terjadi akibat kerusakan pada landasan peluncuran yang harus diperbaiki sebelum misi dilanjutkan.

Di sisi lain, kejadian ini mencerminkan kompleksitas operasi di orbit rendah Bumi yang sangat bergantung pada presisi teknologi. Bahkan gangguan kecil seperti kegagalan antena dapat berdampak besar terhadap keseluruhan misi.

Beberapa bulan terakhir, aktivitas di ISS memang diwarnai berbagai kendala teknis dan operasional. Mulai dari evakuasi medis darurat hingga misi yang tertunda, semuanya menunjukkan bahwa eksplorasi luar angkasa masih penuh risiko.

Situasi serupa juga terjadi pada program lain, termasuk misi berawak dan stasiun luar angkasa milik negara lain. Hal ini menegaskan bahwa keandalan sistem dan kesiapan skenario darurat menjadi faktor krusial dalam setiap operasi luar angkasa.

Meski demikian, keberadaan sistem cadangan seperti kendali manual menunjukkan tingkat kesiapan tinggi dalam menghadapi situasi tak terduga. Dalam konteks ini, peran manusia tetap menjadi elemen penting di tengah dominasi teknologi otomatis.

Jika berhasil, proses docking manual ini akan kembali membuktikan bahwa kombinasi antara keahlian manusia dan sistem teknologi adalah kunci keberhasilan misi luar angkasa. (*)

KEYWORD :

Roket Rusia International Space Station Pesawat Kargo Rusia




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :