Ilustrasi - Selat Hormuz (Foto: REUTERS)
Washington, Jurnas.com - Rencana pembentukan gugus tugas multinasional untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz kini tengah digodok oleh Inggris.
Berdasarkan laporan Axios pada Rabu (18/3), London telah membagikan rancangan ini kepada Amerika Serikat dan sejumlah negara sekutu lainnya.
Langkah ini diambil sebagai respons atas lumpuhnya lalu lintas pengiriman energi global akibat eskalasi militer yang kian memanas di kawasan tersebut.
Pemerintah AS dikabarkan mendorong keterlibatan koalisi luas yang mencakup negara-negara besar seperti Prancis, Jerman, Italia, Australia, Kanada, hingga kekuatan Asia seperti Jepang dan Korea Selatan, serta negara-negara Teluk.
Namun, inisiatif ini justru disambut dengan keraguan mendalam oleh sebagian pihak.
"Situasinya kacau. Banyak orang bingung," kata seorang diplomat Eropa kepada Axios.
Ketidakpastian ini diperparah oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump pada Senin, yang mengeklaim bahwa Washington sebenarnya tidak memerlukan bantuan pihak asing untuk membuka kembali Selat Hormuz. Meski demikian, di saat yang sama ia juga menyebut bahwa "banyak negara" tengah bersiap untuk memberikan sokongan kepada AS.
Kekacauan di Selat Hormuz sendiri merupakan dampak langsung dari agresi militer yang meletus sejak 28 Februari lalu, ketika AS dan Israel membombardir sejumlah titik di Iran, termasuk Teheran.
Serangan tersebut mengakibatkan kehancuran infrastruktur dan jatuhnya banyak korban sipil. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan terhadap wilayah Israel dan berbagai fasilitas militer AS yang tersebar di Timur Tengah.
Blokade di Selat Hormuz ini telah memutus rantai pasok utama minyak dan gas alam cair (LNG) dari Teluk Persia ke pasar internasional.
Situasi ini tidak hanya melumpuhkan ekspor, tetapi juga mulai mengganggu stabilitas produksi minyak global secara keseluruhan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Amerika Serikat Negara Inggris Selat Hormuz Konflik Timur Tengah Minyak Dunia























