Menteri Perminyakan Irak, Hayan Abdel-Ghani (Foto: Reuters)
Baghdad, Jurnas.com - Menteri Perminyakan Irak, Hayan Abdel-Ghani, mengatakan pemerintah sedang berbicara dengan Iran agar mengizinkan beberapa kapal tanker Baghdad melewati Selat Hormuz.
Hal ini dilakukan di tengah upaya Irak mengurangi gangguan terhadap ekspor minyak mentah, setelah serangan baru-baru ini terhadap kapal tanker di perairannya sendiri.
Irak juga berupaya memulihkan jalur pipa yang tidak digunakan lagi yang memungkinkan minyak dipompa langsung ke pelabuhan Ceyhan di Turki tanpa melewati wilayah Kurdistan.
"Irak akan menyelesaikan inspeksi bagian pipa sepanjang 100 km dalam waktu seminggu untuk memungkinkan ekspor langsung dari Kirkuk," kata Hayan Abdel-Ghani dikutip dari Reuters pada Selasa (17/3).
Pembukaan kembali jalur pipa Kirkuk-Ceyhan, yang telah ditutup selama lebih dari satu dekade, akan menawarkan rute ekspor alternatif pada saat pengiriman melalui Selat Hormuz terganggu oleh konflik di Timur Tengah.
Ekspor melalui jalur pipa sepanjang 960 km, yang dulunya menangani sekitar 0,5 persen pasokan global, dihentikan pada 2014 setelah serangan berulang kali oleh militan ISIS.
Kementerian perminyakan mengatakan ekspor melalui jalur tersebut awalnya dapat mencapai sekitar 250.000 barel per hari, meningkat menjadi sekitar 450.000 barel per hari jika minyak mentah dari ladang di wilayah Kurdistan disertakan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Perang AS vs Iran Blokade Selat Hormuz Kapal Tanker Irak


























