Presiden AS Donald Trump (Foto: REUTERS)
Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengusulkan penundaan kunjungan ke China pada akhir Maret, sebab Washington sedang melakoni perang melawan Iran di Timur Tengah.
Pertemuan Trump dan Presiden China, Xi Jinping, sebelumnya terjadwal antara 31 Maret hingga 2 April. Namun, Trump mengusulkan penundaan selama satu bulan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, mengatakan bahwa Beijing dan Washington sedang berdiskusi mengenai waktu dan hal-hal terkait kunjungan Presiden Trump ke China.
Perang Iran mengalahkan sebagian besar prioritas kebijakan luar negeri Trump lainnya, karena dihadapkan pada konflik yang semakin intensif dan gangguan terhadap pasokan minyak global, yang mengancam akan menaikkan harga di AS.
Trump mengatakan bahwa dia mengusulkan penundaan itu semata-mata untuk memastikan dia tetap di balik tongkat komando bagi pasukan AS di Timur Tengah.
"Tidak ada trik di baliknya. Ini sangat sederhana. Kita sedang berperang. Saya pikir penting bagi saya untuk berada di sini," kata Trump dikutip dari BBC pada Selasa (17/3).
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin (16/3) kemarin mengatakan bahwa penundaan pertemuan tersebut bukan karena permintaan Washington agar Beijing membantu di Teluk, atau karena perselisihan perdagangan apapun.
"Presiden ingin tetap berada di Washington DC untuk mengoordinasikan upaya perang. Bepergian ke luar negeri pada saat seperti ini mungkin bukan pilihan yang optimal," ujar Bessent.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Perang AS vs Iran Presiden Donald Trump Pertemuan Trump Xi Jinping


























