Selasa, 17/03/2026 17:48 WIB

Kesaksian Korban Selamat Serangan Pakistan: Rasanya Seperti Kiamat





Ahmad (50) menjadi salah satu korban sekaligus saksi mata dalam serangan udara Pakistan yang membakar rumah sakit pusat rehabilitasi narkoba di Kabul

Puing-puing di rumah sakit rehabilitas narkoba di Kabul, Afganistan (Foto: Reuters)

Kabul, Jurnas.com - Ahmad (50) menjadi salah satu korban sekaligus saksi mata dalam serangan udara Pakistan yang membakar rumah sakit pusat rehabilitasi narkoba di Kabul, Afganistan pada Senin (16/3) kemarin.

Dia tak mampu menyelamatkan rekan-rekannya yang berteriak meminta pertolongan, mengingat kobaran api terus membesar. Pemandangan itu, bagi Ahmad, layaknya hari kiamat.

Ahmad selaku sukarelawan penjaga, mengatakan bahwa dia dan 25 teman sekamarnya berkumpul di asrama setelah salat ketika serangan itu terjadi. Dia adalah satu-satunya yang selamat di antara mereka.

"Seluruh tempat itu terbakar. Rasanya seperti kiamat," kata Ahmad dikutip dari Reuters pada Selasa (17/3).

Pemerintah Taliban Afghanistan mengatakan setidaknya 400 orang tewas dan 250 luka-luka dalam serangan Pakistan. Namun, Islamabad membantah menargetkan fasilitas semacam itu.

Selama proses evakuasi, petugas harus memisahkan tumpukan batu bata, logam, dan kayu, dengan barang-barang pribadi pasien, termasuk bantal, sepatu, dan pakaian, yang berserakan di antara puing-puing.

Salah satu petugas kesehatan, Dr. Ahmad Wali Yousafzai, mengingat tiga ledakan saat insiden terjadi. Ledakan tersebut membuat beberapa rekannya terlempar dari satu dinding ke dinding lainnya.

"Jumlah kami terlalu sedikit untuk menyelamatkan mereka semua," ujar dia.

KEYWORD :

Perang Pakistan vs Afganistan Pakistan Serang Rumah Sakit Pusat Rehabilitasi Kabul




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :