Presiden Israel, Isaac Herzog (Foto: Reuters)
Tel Aviv, Jurnas.com - Presiden Israel, Isaac Herzog, meminta bantuan Eropa dalam perjuangan militer Tel Aviv melakukan operasi darat melawan pasukan Hizbullah di Lebanon.
Dalam sebuah wawancara bersama AFP, Herzog menekankan bahwa perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran merupakan sebuah titik balik sejarah.
"Eropa harus mendukung setiap upaya, upaya apa pun, untuk memberantas Hizbullah sekarang. Mereka harus memahami bahwa jika Anda ingin mencapai sesuatu, terkadang Anda perlu memenangkan perang," kata Herzog dikutip dari AFP pada Selasa (17/3).
Pada Senin (16/3) kemarin, militer Israel mengumumkan operasi darat terbatas terhadap Hizbullah di Lebanon selatan untuk mengakhiri serangan roket kelompok yang didukung Iran tersebut.
Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah ketika Hizbullah menyerang Israel pada 2 Maret sebagai tanggapan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan AS-Israel.
Israel telah melakukan serangan udara besar-besaran terhadap wilayah Lebanon selatan dan ibu kota Beirut, terutama dengan alasan menargetkan situs atau anggota Hizbollah.
Pihak berwenang di Lebanon mengatakan bahwa lebih dari satu juta orang telah mengungsi di dalam negeri selama dua minggu pertempuran.
Adan pada 14 Maret lalu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menawarkan untuk menjadi tuan rumah negosiasi langsung antara pemerintah Israel dan Lebanon di Paris, dengan mengatakan bahwa Beirut siap untuk terlibat.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Presiden Israel Isaac Herzog Militer Hizbullah Konflik Timur Tengah

























