Doorstop kegiatan penguatan kemitraan untuk pencegahan DBD (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Kolaborasi multisektor dalam upaya menekan tingkat penularan dan keparahan akibat demam berdarah dengue (DBD) menjadi latar belakang peluncuran aliansi `United Against Dengue`, yang diumumkan Takeda, International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC), dan Palang Merah Indonesia (PMI).
Hingga saat ini, DBD masih menjadi ancaman kesehatan utama bagi masyarakat dunia. Berdasarkan data BPJS Kesehatan pada 2024, terdapat 1.055.255 rawat inap di Indonesia akibat DPD, dengan beban ekonomi hampir Rp3 triliun.
"Sebagai mitra jangka panjang bagi Indonesia, Takeda berkomitmen untuk melawan DBD/dengue melalui kemitraan publik-swasta yang kuat guna mendukung tercapainya tujuan besar pemerintah Indonesia untuk mencapai nol kematian akibat dengue pada tahun 2030," kata Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines pada Senin (16/3).
"Melalui aliansi United Against Dengue, kami ingin mendorong penguatan upaya pencegahan melalui edukasi yang menjangkau berbagai elemen masyarakat dan komunitas di Indonesia bersama dengan para pemangku kepentingan terkait," dia menambahkan.
United Against Dengue dirancang memperkuat upaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan intervensi berbasis masyarakat melalui kolaborasi multisektor, strategi berbasis bukti, penguatan keterlibatan komunitas, serta pemanfaatan inovasi untuk menurunkan penularan dan tingkat keparahan DBD.
"Dengan jejaring luas Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di Indonesia dan di berbagai negara serta dukungan relawan di tingkat masyarakat, IFRC berkomitmen untuk memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis masyarakat, peningkatan kesadaran, dan kesiapsiagaan terhadap dengue," ujar Kathryn Clarkson selaku Head of Delegation and Representative to ASEAN, Country Cluster for Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapore and Timor-Leste, International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies.
Sementara itu, Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Pengurus Pusat PMI, Prof. Dr. dr. Fachmi Idris menyatakan bahwa kolaborasi multipihak dapat memberikan manfaat optimal bagi populasi yang terdampak.
"Program ini juga mendukung strategi nasional pengendalian dengue Kementerian Kesehatan RI, di mana PMI berperan sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat implementasi di tingkat masyarakat," kata dia.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Demam Berdarah Kasus DBD Indonesia United Against Dengue



























