Senin, 16/03/2026 19:03 WIB

PBB: Perang Iran Bukti Pahit Ketergantungan Bahan Bakar Fosil





PBB menilai bahwa konflik Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran menjadi bukti pahit risiko ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Ilustrasi tanki bensin mobil (Foto: Marek Studzinski/Unsplash)

Brussels, Jurnas.com - Kepala Eksekutif Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Simon Stiell, mengatakan bahwa konflik Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran menjadi bukti pahit risiko ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Meskipun secara geografis jauh dari krisis di Timur Tengah, Uni Eropa merasakan dampaknya melalui lonjakan harga energi global. Harga gas Eropa melonjak sebesar 50 persen selama perang dua minggu tersebut, akibat blokade Selat Hormuz.

"Ketergantungan pada bahan bakar fosil merampas keamanan dan kedaulatan nasional, dan menggantinya dengan kepatuhan dan kenaikan biaya," kata Stiell dikutip dari Reuters pada Senin (16/3).

"Eropa lebih bergantung pada impor bahan bakar fosil daripada hampir semua ekonomi besar lainnya. Ketergantungan pada bahan bakar fosil membuat konsumen terombang-ambing oleh guncangan geopolitik dan volatilitas harga," dia menambahkan.

Uni Eropa mengimpor lebih dari 90 persen minyak dan 80 persen gas. Situasi ini membuat para pemimpin Uni Eropa panik, lalu menyusun langkah-langkah darurat untuk melindungi konsumen dari lonjakan harga energi, dan menghindari terulangnya krisis energi Eropa pada 2022, ketika Rusia memangkas pengiriman gas, yang menyebabkan harga mencapai rekor tertinggi.

Dalam jangka panjang, Komisi Eropa mengatakan strategi perubahan iklimnya untuk mengganti bahan bakar fosil dengan energi terbarukan dan nuklir yang diproduksi secara lokal akan mengamankan keamanan energi negara-negara, dan membebaskan mereka dari harga bahan bakar yang fluktuatif.

Tetapi pemerintah termasuk Italia dan Hongaria mendesak Brussel untuk melemahkan kebijakan perubahan iklimnya, untuk memberikan keringanan biaya jangka pendek bagi industri.

"Ketergantungan yang lemah pada impor bahan bakar fosil akan membuat Eropa selamanya terombang-ambing dari krisis ke krisis," kata Stiell.

KEYWORD :

Blokade Selat Hormuz Kepala Iklim PBB Simon Stiell Bahan Bakar Fosil




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :