Senin, 16/03/2026 19:03 WIB

Jenderal Kejam Diprediksi Bakal Jabat Panglima Militer Myanmar





Kepala junta militer Myanmar, Min Aung Hlaing, sedang mengatur transisi pemerintahan sipil secara normal, pasca dirinya resmi ditunjuk sebagai presiden

Kepala junta Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing, memimpin parade militer pada Hari Angkatan Bersenjata di Naypyitaw, Myanmar, 27 Maret 2021. REUTERS

Yangon, Jurnas.com - Kepala junta militer Myanmar, Min Aung Hlaing, sedang mengatur transisi pemerintahan sipil secara normal, pasca dirinya resmi ditunjuk sebagai presiden oleh parlemen.

Dikutip dari The Straits Times pada Senin (16/3), sejumlah analis mengatakan bahwa Aung Hlaing kemungkinan bakal menyerahkan jabatan panglima militer sebelum menjabat sebagai presiden pada akhir Maret.

Jenderal Ye Win Oo, 60 tahun, mantan kepala intelijen militer, dipromosikan menjadi kepala angkatan darat pada awal Maret, menggantikan Wakil Jenderal Senior Soe Win, yang tetap menjabat sebagai wakil panglima tertinggi dinas pertahanan.

Selain itu, Jenderal Ye Win Oo, ajudan dekat dan murid Aung Hlaing, diprediksi akan menjadi panglima tertinggi berikutnya.

Langkah tersebut akan menandai langkah pertama dalam transisi Myanmar menuju pemerintahan sipil secara nominal, lima tahun setelah militer merebut kekuasaan dalam kudeta.

Negara itu masih terjebak dalam konflik antara junta dan pasukan perlawanan, dengan hampir 93.300 orang tewas dan 3,7 juta orang mengungsi sejak kudeta Februari 2021, menurut kelompok pemantau krisis internasional Armed Conflict Location & Event Data dan Badan Pengungsi PBB.

Organisasi hak asasi manusia Myanmar, Assistance Association for Political Prisoners (Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik), mengatakan bahwa junta telah menangkap lebih dari 30.600 orang sejak kudeta dan sekitar 22.500 orang masih ditahan.

Jenderal Ye Win Oo terkenal kejam selama kudeta karena diduga mengawasi unit-unit interogasi yang menggunakan penyiksaan untuk mendapatkan informasi.

KEYWORD :

Junta Militer Myanmar Min Aung Hlaing Jenderal Kejam Ye Win Oo




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :