Pelabuhan Fujairah di Uni Emirat Arab (Foto: Reuters)
Dubai, Jurnas.com - Uni Emirat Arab membatalkan operasi pemuatan minyak di pelabuhan Fujairah, setelah serangan drone Iran memicu kebakaran di zona industri perminyakan.
Fujairah yang terletak di Teluk Oman tepat di luar Selat Hormuz, biasanya merupakan titik keluar penting untuk sekitar 1 juta barel minyak mentah Murban UEA per hari, volume yang setara dengan sekitar 1 persen dari permintaan global.
Dikutip dari Reuters pada Senin (16/3), tim pertahanan sipil saat ini sedang berupaya mengendalikan kobaran api, kata kantor media pemerintah Fujairah dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Penghentian sementara ini menandai gangguan besar kedua di pusat pengisian bahan bakar vital tersebut dalam beberapa hari terakhir. Operasi di Fujairah telah dilanjutkan pada 15 Maret setelah serangan drone terpisah pada akhir pekan lalu.
Serangan-serangan ini terjadi di tengah perang AS-Israel yang sedang berlangsung dengan Iran yang mencekik pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur air sempit antara Iran dan Oman yang biasanya menangani seperlima pasokan minyak dunia.
Diketahui, keputusan Iran menutup Selat Hormuz menimbulkan berbagai kepanikan di Eropa dan sebagian besar negara Asia terkait pemenuhan energi.
Sehari sebelumnya, India meminta Iran meloloskan belasan kapal termasuk di antaranya kapal minyak, supaya dapat melalui Selat Hormuz.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, meminta negara-negara yang terdampak untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz, guna mengawal distribusi minyak dari Teluk.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Minyak UEA Uni Emirat Arab Blokade Selat Hormuz























