Ilustrasi - tanki bensin mobil (Foto: Marek Studzinski/Unsplash)
Jakarta, Jurnas.com - Lonjakan volume kendaraan selama masa mudik Lebaran sering kali memaksa pengemudi terjebak dalam kemacetan panjang selama berjam-jam.
Kondisi stop-and-go yang konstan di bawah terik matahari tidak hanya menguras stamina fisik dan mental, tetapi juga menjadi musuh utama bagi efisiensi bahan bakar kendaraan.
Tanpa teknik berkendara yang tepat, konsumsi BBM dapat membengkak hingga dua kali lipat lebih boros dibandingkan perjalanan di jalur lancar.
Penting bagi para pemudik untuk memahami bahwa efisiensi bahan bakar bukan hanya ditentukan oleh spesifikasi mesin, melainkan sangat dipengaruhi oleh gaya mengemudi atau yang dikenal dengan istilah eco-driving.
Dengan menerapkan pola berkendara yang lebih halus dan terukur, pengemudi dapat menekan angka konsumsi bahan bakar secara signifikan.
Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi anggaran perjalanan mudik yang biasanya sudah teralokasi cukup besar untuk kebutuhan lain.
Selain menghemat biaya, teknik berkendara irit juga berdampak positif pada usia pakai komponen mobil lainnya, seperti kampas rem dan transmisi, yang bekerja ekstra keras saat macet.
Berikut adalah lima strategi cerdas yang dapat Anda terapkan agar tangki bensin tetap awet meskipun harus merayap di tengah kepadatan jalur mudik:
1. Injak Pedal Gas Secara Perlahan
Dalam kondisi macet, hindari kebiasaan menginjak gas secara mendalam hanya untuk maju beberapa meter. Akselerasi yang agresif membutuhkan suplai bahan bakar yang sangat besar secara mendadak.
Cobalah untuk melepas pedal rem secara perlahan (pada mobil matik) atau menginjak gas setipis mungkin untuk mulai berjalan.
2. Manfaatkan Efek Engine Brake
Daripada terus-menerus mengandalkan rem secara mendadak saat kendaraan di depan melambat, cobalah untuk mengantisipasi kecepatan dengan melepas gas lebih awal.
Membiarkan mobil melambat dengan putaran mesin (engine brake) membantu menghentikan aliran bahan bakar ke ruang bakar lebih efektif dibandingkan pengereman keras yang memaksa Anda harus memulai akselerasi dari nol lagi.
3. Atur Suhu AC Secara Bijak
Kompresor AC merupakan salah satu komponen yang membebani kerja mesin paling berat. Jika suhu udara di luar sedang sejuk, seperti pada malam atau dini hari, jangan menyetel suhu AC di level paling dingin.
Mengatur suhu di posisi 23–25 derajat Celsius sudah cukup menjaga kabin tetap nyaman tanpa membuat mesin bekerja terlalu keras.
4. Pantau Tekanan Angin Ban
Ban yang kekurangan tekanan udara menciptakan hambatan gulir (rolling resistance) yang jauh lebih besar. Hal ini memaksa mesin bekerja ekstra hanya untuk memutar roda.
Pastikan tekanan ban sesuai dengan rekomendasi pabrikan (biasanya tertera pada pilar pintu pengemudi) sebelum berangkat agar mobil melaju lebih ringan.
5. Matikan Mesin Saat Berhenti Total dalam Waktu Lama
Jika Anda terjebak kemacetan total akibat kecelakaan atau antrean di gerbang tol yang diperkirakan memakan waktu lebih dari 5 menit, sebaiknya matikan mesin kendaraan. Membiarkan mesin menyala dalam posisi diam (idling) hanya akan membuang bahan bakar tanpa menghasilkan jarak tempuh sedikit pun.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Hemat Bensin Tips mudik Eco driving Lebaran 2026























