Minggu, 15/03/2026 03:57 WIB

Trump Desak China dan Prancis Kirim Kapal Tempur ke Selat Hormuz





Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka meminta keterlibatan militer internasional guna menjaga stabilitas di Selat Hormuz.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Anadolu)

Jakarta, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka meminta keterlibatan militer internasional guna menjaga stabilitas di Selat Hormuz.

Melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Sabtu (14/3), Trump menyerukan agar negara-negara besar seperti China hingga Prancis segera mengerahkan kapal perang mereka ke jalur perairan vital tersebut.

Langkah ini diambil menyusul blokade de facto di Selat Hormuz yang melumpuhkan distribusi minyak dan gas dunia. Trump menekankan bahwa negara-negara yang bergantung pada jalur tersebut harus ikut bertanggung jawab atas keamanan pelayaran internasional.

"Saya harap China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan lainnya yang terdampak pembatasan artifisial ini akan mengirimkan kapal mereka ke sana sehingga Selat Hormuz tak akan lagi menjadi ancaman bagi sebuah negara yang telah sepenuhnya dihancurkan," tulis Trump.

Ketegangan di kawasan ini mencapai puncaknya setelah serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026 yang menyebabkan kerusakan infrastruktur parah.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah, yang berdampak langsung pada terhentinya arus ekspor energi dari Teluk Persia.

Selain meminta bantuan sekutu dan rival global, Trump juga menegaskan posisi militer AS yang akan tetap agresif terhadap Teheran.

Ia bersumpah akan terus menjatuhkan bom di pesisir Iran dan terus-menerus menembaki kapal-kapal dan perahu-perahu Iran sebagai upaya menjamin kebebasan navigasi di perairan tersebut.

Hingga saat ini, gangguan di Selat Hormuz terus menekan angka produksi dan ekspor minyak global, memicu kekhawatiran akan krisis energi yang lebih luas jika stabilitas di jalur tersebut tidak segera dipulihkan.

KEYWORD :

Amerika Serikat Donald Trump Selat Hormuz Konflik Timur Tengah




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :