Sabtu, 14/03/2026 23:52 WIB

Reza Pahlavi Tawarkan Diri Pimpin Iran selama Transisi





Putra terakhir dari keturunan syah Iran, Reza Pahlavi, menawarkan diri untuk memimpin Iran selama periode transisi apabila Republik Islam jatuh.

Seorang pria memegang gambar Reza Pahlavi, saat orang-orang memprotes rezim Iran, setelah kematian Mahsa Amini, di luar konsulat Iran, di London, Inggris, 9 Oktober 2022. REUTERS

Washington, Jurnas.com - Putra terakhir dari keturunan syah Iran, Reza Pahlavi, menawarkan diri untuk memimpin Iran selama periode transisi apabila Republik Islam jatuh.

Pahlavi yang saat ini tinggal di Amerika Serikat mengatakan bahwa dia telah mengantongi beberapa nama dalam upaya memilih individu di dalam maupun di luar Iran, untuk bertugas dalam periode transisi tersebut.

Salah satu Saeed Ghasseminejad, penasihat senior bidang Iran dan ekonomi keuangan di lembaga think tank yang berbasis di AS, Foundation for Defense of Democracies (FDD). Figur ini kritis terhadap Republik Islam, dan memimpin proses pemilihan anggota badan transisi.

"Individu-individu yang cakap baik di dalam maupun di luar negeri telah diidentifikasi dan dievaluasi untuk memimpin berbagai bagian dari Sistem Transisi," kata Pahlavi dikutip dari AFP pada Sabtu (14/3).

"Sistem Transisi, di bawah kepemimpinan saya, akan siap mengambil alih pemerintahan negara segera setelah Republik Islam runtuh, dan dalam waktu sesingkat mungkin, menegakkan ketertiban, keamanan, kebebasan, dan kondisi untuk kemakmuran dan kemajuan Iran," dia menambahkan.

Sebagai dukungan atas Pahlavi, demonstrasi pro-monarki besar-besaran berlangsung selama Februari di Munich dan beberapa kota di Amerika Utara, yang merupakan demonstrasi dukungan terbesar hingga saat ini.

Namun, dia masih gagal mendapatkan pengakuan dari Presiden AS Donald Trump, yang belum pernah secara resmi bertemu dengan Pahlavi. Trump juga berulang kali menyatakan skeptisisme atas kemampuan Pahlavi untuk memimpin Iran.

"Mereka membicarakan putra Shah, mereka membicarakan orang lain, tetapi (dia) sudah tidak berada di sana selama bertahun-tahun," ujar Trump.

KEYWORD :

Reza Pahlavi Republik Islam Iran Periode Transisi Perang AS vs Iran




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :