Sabtu, 14/03/2026 20:11 WIB

Mengenang Lahir dan Wafatnya Nyai Nur Khodijah





Nyai Nur Khodijah merupakan putri ketiga dari pasangan Kiai Hasbullah dan Nyai Lathifah.

Haul ke-73 Nyai Nur Khodijah Hasbullah (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Nyai Nur Khodijah merupakan putri ketiga dari pasangan Kiai Hasbullah dan Nyai Lathifah, yang tumbuh di lingkungan pesantren yang kental dengan nilai-nilai religius.

Beliau lahir pada tanggal 21 Ramadhan 1314 Hijriah, atau bertepatan dengan 23 Februari 1897 berdasarkan konversi arsip nasional ANRI.

Sebagai saudara kandung dari tokoh besar KH. Abdul Wahab Hasbullah, beliau memiliki garis keturunan ulama yang kuat yang nantinya membentuk karakter kepemimpinannya dalam dunia pendidikan Islam.

Pada tahun 1914, dalam usia yang masih belia yakni 17 tahun, Nyai Nur Khodijah menikah dengan KH. Bisri Syansuri yang saat itu berusia 27 tahun.

Pasangan ini sempat mengabdikan diri selama tiga tahun untuk membantu mengelola pesantren milik mertua di Tambakberas sebagai bentuk persiapan spiritual dan manajerial.

Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk pindah dan mendirikan pesantren mandiri di desa Denanyar pada tahun 1917.

Perjuangan monumental beliau dimulai pada tahun 1919 ketika Nyai Nur Khodijah bersama sang suami mendirikan pesantren khusus putri yang pertama di Indonesia.

Langkah ini merupakan terobosan besar dalam sejarah pendidikan nasional, di mana kaum perempuan mulai diberikan akses luas untuk mendalami kitab kuning dan wawasan keislaman.

Beliau dikenal sebagai pendidik yang sangat telaten, cerdas, dan disiplin dalam mengajar para santri, termasuk mendidik keponakan-keponakannya sendiri hingga menjadi insan yang bermartabat.

Selama kurang lebih 38 tahun, Nyai Nur Khodijah mendampingi Kiai Bisri Syansuri dalam mengasuh Pesantren Denanyar dengan karakter yang sangat khas, yakni perpaduan antara kelembutan dan ketegasan.

Beliau bukan hanya seorang pengajar, tetapi juga seorang ahli tirakat yang konsisten dalam menjalankan riyadhah spiritual untuk keberkahan para santrinya.

Dedikasinya yang tinggi dalam memajukan pendidikan perempuan menjadikannya sosok ibu sekaligus guru yang sangat dihormati oleh seluruh kalangan santri dan masyarakat luas.

Terdapat sebuah keunikan spiritual dalam perjalanan hidup beliau, di mana momen kelahiran dan kewafatannya terjadi secara berurutan di bulan suci Ramadhan.

Berdasarkan temuan terbaru dalam buku Risalah Akhir Sanah, dipastikan bahwa beliau wafat pada 22 Ramadhan 1374 Hijriah atau bertepatan dengan 15 Mei 1955 dalam usia 63 tahun.

Fakta ini sekaligus meluruskan berbagai kesimpangsiuran data sebelumnya dan mempertegas bahwa haul beliau dihitung berdasarkan ketetapan sejarah yang telah terverifikasi secara akurat. (*)

KEYWORD :

Nyai Nur Khodijah Acara Haul Kiai Hasbullah Nyai Lathifah 22 Ramadhan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :