Sabtu, 14/03/2026 10:42 WIB

Dampak Serangan Iran, Warga Israel Mengungsi ke Stasiun Bawah Tanah





Serangan ini memaksa ribuan warga untuk bermalam di tempat perlindungan bawah tanah, termasuk stasiun kereta bawah tanah yang dialihfungsikan menjadi bungker.

Orang-orang terlhat sedang bermalam di stasiun kereta bawah tanah di Ramat Gan, Israel (Foto: Ant/Xinhua/Gil Cohen Magen)

Tel Aviv, Jurnas.com - Rentetan serangan rudal dan roket yang diluncurkan oleh Iran pada Rabu (11/3) malam waktu setempat memicu kepanikan massal di sejumlah wilayah Israel.

Serangan ini memaksa ribuan warga untuk bermalam di tempat perlindungan bawah tanah, termasuk stasiun kereta bawah tanah yang dialihfungsikan menjadi bungker darurat.

Di wilayah Ramat Gan, peron-peron stasiun kereta bawah tanah dipenuhi oleh warga yang mengungsi sejak alarm peringatan aktif di seluruh negeri.

Sistem pertahanan udara Israel dilaporkan bekerja keras mendeteksi dan mencegat proyektil yang datang secara bersamaan dari arah Iran dan Lebanon.

Pihak Teheran menyatakan bahwa operasi militer ini merupakan balasan langsung atas serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel sebelumnya.

Serangan sekutu tersebut diklaim telah menewaskan lebih dari 1.300 warga Iran serta menghancurkan berbagai infrastruktur militer dan sipil di wilayah Iran.

Dampak dari serangan balasan pada Rabu malam tersebut menyebabkan gangguan signifikan pada aktivitas harian masyarakat Israel.

Selain kerugian psikis, otoritas setempat juga melaporkan adanya kerusakan properti yang cukup luas akibat hantaman proyektil yang berhasil menembus pertahanan atau terkena serpihan intersepsi.

Hingga berita ini diturunkan, status siaga tinggi masih diberlakukan di seluruh kota besar Israel guna mengantisipasi serangan lanjutan dari Iran maupun kelompok pendukungnya di kawasan tersebut.

KEYWORD :

Serang Iran Warga Israel Stasiun Bawah Tanah Konflik Timur Tengah




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :