Ilustrasi - Kekaisaran di zaman Nabi Muhammad SAW (Foto: Ist/Terasmuslim)
Jakarta, Jurnas.com - Pada abad ke-6 hingga awal abad ke-7 Masehi, dunia sudah terbagi menjadi kekaisaran besar yang menguasai wilayah luas dan memengaruhi politik, ekonomi, serta budaya. Saat Nabi Muhammad Saw berdakwah di Jazirah Arab, peta global sudah menunjukkan pusat kekuasaan dari Timur hingga Barat.
Diketahui, Nabi Muhammad Saw lahir sekitar 570 Masehi di Mekkah dan wafat pada 8 Juni 632 Masehi di Madinah. Dunia pada masa itu ditandai persaingan kekuatan besar, jalur perdagangan luas, dan perubahan sosial yang perlahan membentuk peradaban global.
Dikutip dari berbagai sumber, dua kekaisaran utama menguasai Timur Tengah dan Eropa Timur: Bizantium di Konstantinopel dan Kekaisaran Sasaniyah Persia yang meliputi Iran, Irak, hingga Asia Tengah. Kedua kekuatan ini terlibat konflik panjang yang melemahkan stabilitas politik dan ekonomi kawasan.
Di tengah rivalitas itu, Jazirah Arab muncul sebagai simpul perdagangan strategis. Kota Mekkah menjadi pusat kafilah yang menghubungkan India, Afrika Timur, Yaman, Suriah, hingga Mediterania. Komoditas seperti rempah, kain, logam, dan dupa bernilai tinggi diperdagangkan secara intens.
Masyarakat Arab saat itu berbasis suku, dengan loyalitas terhadap kelompoknya sebagai identitas utama. Struktur politik terfragmentasi dan konflik antar suku sering terjadi, sementara kehidupan keagamaan sangat beragam; mayoritas menganut paganisme, dengan komunitas Yahudi dan Kristen tersebar di beberapa kota.
Sementara itu, Bizantium menjadikan Kristen sebagai agama resmi negara, Persia berpegang pada Zoroastrianisme, dan Asia Selatan serta Timur dipenuhi ajaran Hindu, Buddha, dan kepercayaan lokal lainnya. Teknologi masih sederhana, namun sistem pertanian, irigasi, perdagangan laut, serta astronomi dan matematika mulai berkembang pesat.
Selain Bizantium dan Persia, tiga kekaisaran besar lainnya yang menguasai dunia pada era Nabi Muhammad Saw adalah Dinasti Tang di China, kerajaan-kerajaan di India Utara, dan suku-suku nomaden Asia Tengah yang mengendalikan jalur perdagangan penting. Kelima kekuatan ini memiliki karakter unik, mulai dari pusat ilmu pengetahuan hingga militer nomaden yang kuat.
Di timur jauh, Dinasti Tang menguasai China dengan administrasi terpusat yang efisien. Dinasti Tang terkenal karena perdagangan sutra, Jalur Sutra yang menghubungkan Asia dengan Timur Tengah, dan kemajuan ilmu pengetahuan serta seni.
Di Asia Barat, Kekaisaran Sasania juga dikenal sebagai Kekaisaran Sassanid menjadi rival utama Bizantium. Wilayahnya meliputi Iran, Irak modern, dan sebagian Asia Tengah. Sasanid dikenal dengan militer kuat, budaya Zoroaster, dan struktur pemerintahan yang tertata rapi.
Di barat Persia, Kekaisaran Bizantium menguasai Anatolia, Levant, dan Mesir. Kekaisaran ini mempertahankan warisan Romawi dengan sistem administrasi kompleks, pusat perdagangan, serta agama Kristen Ortodoks yang mapan.
Asia Tengah dihuni suku-suku nomaden seperti Hephthalites (White Huns), yang mendominasi wilayah Afghanistan dan sekitarnya. Mereka menjadi penghubung penting antara Timur dan Barat, sekaligus memengaruhi jalur perdagangan dan migrasi budaya.
Di anak benua India, kekuasaan Dinasti Gupta telah menurun, namun kerajaan-kerajaan lokal tetap memegang kendali atas wilayah utara, menjaga perdagangan Hindu-Buddha dan interaksi ekonomi dengan Asia Barat.
Wilayah Afrika Utara, termasuk Mesir, berada di bawah Bizantium. Kawasan ini menjadi jalur strategis antara Eropa dan Asia, penting untuk perdagangan rempah dan barang bernilai tinggi.
Sementara itu, di sisi lain bumi, Peradaban Maya berkembang di Mesoamerika sejak 2000 SM, mencapai puncak kejayaan pada periode Klasik (250-900 M). Wilayahnya mencakup Meksiko selatan, Guatemala, Belize, Honduras, dan El Salvador, dengan kota-kota negara independen seperti Tikal, Palenque, dan Copán.
Maya unggul dalam astronomi dan matematika. Kalender mereka, seperti Tzolk`in dan Haab`, digunakan untuk musim tanam, ritual keagamaan, dan legitimasi kekuasaan raja. Mereka juga membangun piramida bertingkat, kuil megah, istana, lapangan permainan bola ritual, serta memiliki tulisan hieroglif yang lengkap.
Gabungan konteks Timur Tengah dan Mesoamerika mengungkap bagaimana perdagangan, politik, dan ilmu pengetahuan berkembang di berbagai belahan dunia secara paralel, membentuk sejarah umat manusia yang saling terhubung meski jaraknya ribuan kilometer.
Meski dunia terbagi menjadi beberapa kekaisaran besar, perdagangan, diplomasi, dan pertukaran budaya membuat wilayah-wilayah ini saling terhubung. Jalur sutra dan rute laut membentuk jaringan global yang menjadi fondasi interaksi internasional sebelum munculnya Kekhalifahan Islam.
Memasuki abad ke-7, Islam mulai menyebar dari Jazirah Arab, sementara pengaruh Bizantium dan Persia perlahan melemah. Wilayah Timur Tengah, Afrika Utara, dan sebagian Asia mulai berada di bawah pemerintahan Muslim, menandai perubahan geopolitik besar yang membentuk peradaban dunia berabad-abad berikutnya.
Era Nabi Muhammad Saw menunjukkan bagaimana perdagangan, politik, dan agama saling terkait di panggung global, serta bagaimana munculnya Islam menjadi titik perubahan penting dalam sejarah dunia. (*)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kekaisaran Besar Nabi Muhammad Kekaisaran Bizantium Kekaisaran Persia Rasulullah Saw


























