Prajurit AS berdiri di samping Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) M142 selama presentasinya di pangkalan militer Tapa, Estonia, pada 6 Januari 2023. (Foto: REUTERS/Ints Kalnins)
Taipei, Jurnas.com - Parlemen memberikan izin kepada pemerintah Taiwan untuk menandatangani perjanjian dengan Amerika Serikat (AS), mengenai empat paket pembelian senjata.
Pemberian izin tersebut diumumkan oleh Ketua Parlemen, Han Kuo-yu, usai para anggota dewan menyetujui pembelian itu dengan suara bulat.
"Badan ini menjunjung tinggi prinsip mengutamakan keamanan nasional dan dengan tegas mempertahankan integritas wilayah," kata Han Kuo dikutip dari Reuters pada Jumat (13/3).
Dia menambahkan bahwa setelah menandatangani surat perjanjian dengan AS, pemerintah harus menyerahkan dokumen kepada parlemen untuk mendapatkan laporan lengkap mengenai jadwal pengiriman senjata.
Senjata yang akan ditandatangani termasuk rudal anti-tank TOW, howitzer swa-gerak M109A7, rudal Javelin buatan Lockheed Martin, dan sistem roket peluncuran ganda HIMARS.
Pada 10 Maret lalu, Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo mengatakan bahwa surat penawaran dan penerimaan untuk 82 sistem HIMARS yang diumumkan AS sebagai bagian dari pembelian paket senjata, akan berakhir pada 26 Maret mendatang.
Sementara itu, pemerintahan Trump terus mendesak sekutu untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan, sebuah kebijakan yang disambut dengan antusias oleh Lai dan pemerintahannya.
Namun, pemerintah dan parlemen Taiwan sempat tarik menarik soal anggaran pertahanan. Presiden Lai Ching-te mendorong parlemen mengesahkan tambahan anggaran pertahanan sebesar US$40 miliar, tetapi pihak oposisi yang menguasai sebagian besar kursi, mengatakan bahwa usulan tersebut tidak jelas.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pembelian Senjata AS Parlemen Taiwan roket HIMARS





















