Ilustrasi - seorang anak sedang tidur siang (Foto: Richard Stachmann/Unsplash)
Jakarta, Jurnas.com - Hari Tidur Sedunia atau World Sleep Day bukan sekadar ajakan untuk beristirahat lebih lama, melainkan sebuah kampanye kesehatan global yang krusial di tengah dunia yang kian sibuk dan serba cepat.
Peringatan tahunan yang jatuh pada hari Jumat sebelum Ekuinoks Musim Semi ini diinisiasi oleh World Sleep Society untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tidur berkualitas sebagai pilar kesehatan utama, bersanding dengan nutrisi yang baik dan olahraga teratur.
Tidur bukan lagi dianggap sebagai waktu kosong atau bentuk kemalasan, melainkan proses biologis aktif yang sangat dibutuhkan tubuh untuk memulihkan fungsi kognitif, memperbaiki sel-sel yang rusak, serta menjaga stabilitas emosional dan kesehatan mental.
Di era modern saat ini, gangguan tidur telah menjadi pandemi tersembunyi yang mengancam produktivitas dan kualitas hidup jutaan orang.
Melalui peringatan ini, para pakar kesehatan di seluruh dunia menekankan bahwa kurang tidur yang kronis berhubungan erat dengan berbagai risiko penyakit serius, mulai dari obesitas, diabetes tipe 2, hingga penyakit jantung dan penurunan daya tahan tubuh.
Hari Tidur Sedunia hadir sebagai pengingat bahwa durasi tidur yang cukup saja tidaklah memadai; kualitas tidur yang dalam dan tidak terputus (restorative sleep) adalah kunci utama agar otak dapat melakukan "pembersihan" dari racun-racun sisa metabolisme yang menumpuk selama kita terjaga.
Setiap tahunnya, kampanye ini mengusung tema-tema yang relevan untuk mendorong perubahan gaya hidup menuju sleep hygiene atau kebersihan tidur yang lebih baik.
Asal Usul Permen Karet
Beberapa langkah sederhana yang sering disuarakan meliputi pembatasan penggunaan gawai (sinar biru) sebelum tidur, menciptakan suasana kamar yang sejuk dan gelap, serta menjaga konsistensi jadwal tidur bahkan di hari libur.
Dengan menghargai waktu tidur, kita sebenarnya sedang memberikan penghormatan kepada tubuh kita sendiri.
Hari Tidur Sedunia mengajak kita semua untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia, mematikan layar ponsel, dan memberikan hak bagi otak serta tubuh untuk beristirahat demi hari esok yang lebih bugar dan fokus.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Hari Tidur Sedunia 13 Maret Sejarah Dunia Peringatan Internasional























