Jum'at, 13/03/2026 13:27 WIB

Mengapa Yogyakarta Dijuluki Kota Pelajar? Ini Sejarahnya





Yogyakarta menyandang gelar Kota Pelajar bukan karena kebetulan, melainkan melalui perjalanan sejarah panjang.

Ilustrasi - ini sejarah mengapa Yogyakarta disebut sebagai Kota Pelajar (Foto: Pexels/Krjogja)

Jakarta, Jurnas.com - Yogyakarta menyandang gelar Kota Pelajar bukan karena kebetulan, melainkan melalui perjalanan sejarah panjang yang menempatkan pendidikan sebagai napas utama kehidupan kotanya.

Akar julukan ini bermula dari pergerakan Taman Siswa yang didirikan oleh Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hadjar Dewantara, pada tahun 1922, yang kemudian diperkuat dengan berdirinya Universitas Gadjah Mada sebagai universitas nasional pertama di awal kemerdekaan.

Dukungan penuh dari pihak Kesultanan, terutama Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang kala itu menyediakan ruang-ruang keraton untuk kegiatan perkuliahan, menjadi bukti nyata bahwa Yogyakarta memiliki komitmen moral yang tinggi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa di atas kepentingan lainnya.

Seiring berjalannya waktu, identitas tersebut kian mengental berkat keberadaan ratusan lembaga pendidikan berkualitas yang tersebar di wilayah yang relatif mungil ini.

Konsentrasi institusi pendidikan yang sangat tinggi menciptakan atmosfer intelektual yang unik, di mana diskusi-diskusi ilmiah, toko buku, dan perpustakaan dapat ditemukan di hampir setiap sudut jalan.

Selain itu, statusnya sebagai Miniatur Indonesia menjadikan Yogyakarta sebagai laboratorium sosial bagi pelajar dari berbagai suku dan budaya.

Mereka tidak hanya datang untuk mengejar gelar akademik, tetapi juga untuk belajar tentang toleransi dan keberagaman dalam bingkai kearifan lokal yang kental.

Faktor pendukung yang membuat julukan ini terus bertahan secara timeless adalah ekosistemnya yang sangat bersahabat bagi kantong mahasiswa.

Biaya hidup yang terjangkau, keberadaan kuliner kaki lima seperti angkringan dan burjo, serta ketersediaan fasilitas penunjang belajar yang memadai, menjadikan kota ini rumah yang ideal bagi para perantau ilmu.

Perpaduan antara nilai sejarah yang sakral, keramahan penduduk, dan semangat literasi yang terus terjaga membuat Yogyakarta bukan sekadar tempat menuntut ilmu, melainkan ruang transformasi bagi setiap individu yang pernah menghabiskan masa studinya di sana.

KEYWORD :

Kota Pelajar Daerah Istimewa Yogyakarta Sejarah Indonesia Julukan Yogyakarta




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :