Antrean pembelian LPG di Nepal (Foto: Reuters)
Kathmandu, Jurnas.com - Nepal mulai memberlakukan pembatasan pembelian gas rumah tangga seiring dengan menipisnya pasokan akibat penutupan Selat Hormuz, serta konflik di Timur Tengah.
Direktur Eksekutif Nepal Oil Coporation (NOC), Chandika asad Bhatta, mengatakan bahwa pemerintah hanya akan mengisi ulang setengah dari tabung gas kosong milik konsumen, untuk memperpanjang masa simpan stok gas cair (LPG) mereka.
Kekurangan pasokan ini terjadi lantaran perang AS-Israel di Iran dan pembalasan Teheran di seluruh wilayah, sehingga secara efektif menghentikan pengiriman minyak dan gas melalui Selat Hormuz.
Bhatta mengatakan konsumen panik meskipun telah berulang kali diberi jaminan bahwa Nepal memiliki pasokan LPG yang cukup.
"Penjatahan ini diharapkan dapat mengakhiri kepanikan dan aksi penimbunan," kata Bhatta dikutip dari Reuters pada Kamis (12/3).
Saat ini, konsumen yang membawa tabung gas kosong membentuk antrean panjang di luar tempat pengisian ulang, yang sepenuhnya bergantung pada India untuk pasokan bahan bakarnya, termasuk gas untuk memasak.
Nepal membutuhkan sekitar 45.000 tabung gas yang masing-masing berisi 14,2 kg gas untuk memasak setiap bulannya dan sejauh ini belum pernah ada gangguan terhadap pasokan.
"Kami mendapatkan pasokan bahan bakar secara teratur, termasuk gas untuk memasak sesuai dengan kebutuhan kami," ujar Bhatta.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Pembatasan LPG Penutupan Selat Hormuz Gas Langka Nepal

























