Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei (Foto: Atlantis Council)
Teheran, Jurnas.com - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyampaikan pernyataan perdananya sejak ditunjuk menggantikan ayahnya, Ayatullah Ali Khamenei, yang gugur dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada awal Maret lalu.
Dalam pidatonya di televisi pemerintah, Mojtaba Khamenei menyatakan bersumpah bakal membalas kematian seluruh korban perang. Dia juga menyerukan AS menutup seluruh pangkalan militernya di Timur Tengah.
Dikutip dari Reuters pada Kamis (12/3), dia memutuskan untuk tetap menutup Selat Hormuz yang menjadi urat nadi perdagangan migas global, guna memberi tekanan pada musuh.
Pada hari yang sama, dua kapal tanker terbakar di pelabuhan Irak usai dihantam kapal-kapal yang diduga bermuatan bahan peledak milik Iran. Serangan itu menjadi bantahan atas klaim Trump yang menyebut AS telah memenangkan perang baru-baru ini.
Dari rekaman yang diterima Reuters, kapal-kapal tersebut dilalap api besar, dan setidaknya satu orang kru tewas akibat serangan tersebut.
Beberapa jam sebelumnya, tiga kapal lain telah diserang di Teluk. Garda Revolusi Iran mengklaim bertanggung jawab atas salah satu serangan, yaitu terbakarnya kapal pengangkut barang curah Thailand, lantaran melanggar perintah mereka.
Diketahui, pasca penutupan Selat Hormuz, terjadi gangguan terbesar dalam sejarah terhadap pasokan energi global. Dan hingga hari ini, drone Iran masih menyerang sejumlah pangkalan AS di Kuwait, Irak, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Oman.
Milisi Hizbullah Lebanon yang didukung Iran juga melancarkan serangan roket terbesar mereka dalam perang ini ke Israel, yang memicu serangan baru Israel ke Beirut.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Mojtaba Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran Perang AS vs Iran

























