Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar (Foto: Vaza/Jurnas.com)
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), A. Muhaimin Iskandar, menghadiri acara Selasar Hangat Lintas Agama di Jakarta pada Kamis (12/3).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat persatuan melalui dialog dan berbagi pengalaman antar-tokoh lintas iman untuk mengatasi masalah sosial di masyarakat secara kolaboratif.
Menko Muhaimin menyebut Ramadan bukan sekadar bulan keagamaan, melainkan momentum sosial untuk menggerakkan kekuatan gotong royong dan kepedulian antarsesama bangsa.
"Kebesaran dan kebersamaan kita adalah menunjukkan kekuatan bangsa kita dimana bangsa kita kokoh karena kepedulian yang kuat di antara kita," ujar Menko PM.
Ia menilai Indonesia memiliki kekayaan moral, spiritual, kolektivitas, serta solidaritas yang menjadi modal sosial besar selain kekayaan alam yang dimiliki.
Berdasarkan data yang ada, sebanyak 8,25 persen penduduk masih mengalami kemiskinan relatif dan 0,85 persen warga berada dalam kategori kemiskinan ekstrem.
"Potensi sosial yang amat kuat inilah harus kita kelola, kita manage, kita bangun sinergi dan kolaborasi terutama dimulai dari data yang akurat," ucap Menko Muhaimin.
Pemerintah berkomitmen memberikan perlindungan sosial, namun keterlibatan lembaga zakat dan filantropi agama lain sangat dibutuhkan guna mempercepat penanganan masalah tersebut.
Lebih lanjut, Menko Muhaimin mengajak para tokoh agama menggerakkan kepedulian sosial yang tepat sasaran agar warga yang berhak mendapatkan bantuan dapat segera terlayani.
"Tidak ada satupun agama yang hanya mengedepankan kepasrahan pasif, seluruh agama mendorong sikap untuk mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri," kata Cak Imin.
Ia menekankan bahwa bantuan sosial tidak boleh hanya berhenti pada sifat karitatif, tetapi harus mendorong masyarakat untuk "naik kelas" menjadi mandiri dan berdaya.
Gerakan sosial ini diharapkan menjadi pemantik bagi kemajuan bangsa melalui peningkatan kapasitas, akses permodalan, serta pembangunan infrastruktur kemandirian warga.
"Tahun ini rata-rata (zakat) di angka 4 triliunan, dengan target 44 triliun," kata Muhaimin saat memberikan keterangan kepada awak media usai acara.
Menko PM menganggap potensi besar dari berbagai agama ini akan terus dikolaborasikan melalui penggunaan data tunggal yang akurat agar penyaluran bantuan lebih efektif.
Manajemen yang baik dalam semangat gotong royong diyakini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk terus menyumbang dan membantu sesama yang membutuhkan.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Menko Muhaimin Kemiskinan Ekstrem Bayar Zakat Lintas Agama
























