Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Indonesia nampaknya masih menghadapi tantangan serius dalam penanganan penyakit kusta. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dengan jumlah kasus kusta terbanyak setelah India dan Brasil.
Menurut Menkes, beberapa tahun lalu Indonesia mencatat sekitar 16 ribu kasus kusta. Ia menilai tingginya angka penyakit menular seperti kusta maupun tuberkulosis menunjukkan pentingnya memperkuat sistem skrining dan surveilans kesehatan.
Ia mengatakan bahwa kusta merupakan penyakit menular yang telah ada sejak ribuan tahun lalu dan sering dikaitkan dengan stigma serta diskriminasi di masyarakat. Padahal secara ilmiah, penyakit ini disebabkan oleh bakteri dan dapat disembuhkan.
“Kusta ini sering diasosiasikan dengan negara miskin karena sejak ribuan tahun lalu penyakit ini tidak bisa dijelaskan secara ilmiah sehingga muncul berbagai stigma. Padahal sekarang kita sudah tahu penyebabnya adalah bakteri dan obatnya sudah tersedia,” ujar Menkes dalam keterangannya.
Hal tersebut disampaikan dalam Puncak Peringatan Hari Kusta Sedunia yang digelar di Auditorium Siwabessy, Gedung Prof. Sujudi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta, pada Rabu (11/3).
Dalam kesempatan tersebut, Menkes menekankan bahwa strategi utama dalam mengendalikan kusta adalah dengan menemukan kasus sebanyak mungkin agar dapat segera diobati dan menghentikan penularan.
“Jangan takut jika kasus yang ditemukan banyak. Justru itu menunjukkan sistem deteksi kita bekerja dengan baik. Temukan sebanyak-banyaknya agar bisa segera diobati, karena obatnya ada dan pengobatannya bisa selesai,” kata Menkes.
Menurut Menkes, pengobatan kusta relatif sederhana dan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar enam bulan apabila pasien menjalani terapi secara rutin hingga tuntas.
Selain itu, lanjutnya, Kemenkes juga memperkuat skrining kusta melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) agar kasus dapat ditemukan lebih dini di masyarakat.
“Strateginya jelas: temukan sebanyak-banyaknya, obati sampai selesai, dan berikan pencegahan kepada kontak erat pasien. Dengan cara ini penularan bisa dihentikan,” ujar Menkes.
Khusus di wilayah Indonesia Timur, Kemenkes juga mendorong pemeriksaan tambahan untuk mendeteksi kemungkinan resistensi obat melalui pemeriksaan genetik, sehingga pasien dapat segera mendapatkan terapi yang tepat.
Kemenkes pun mengajak seluruh masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri jika menemukan gejala kusta, serta mendukung upaya penghapusan stigma agar pasien dapat memperoleh pengobatan secara cepat dan tuntas.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin Kasus Kusta Penanganan Kusta
























