Serangan Iran ke pangkalan militer AS di Qatar (Foto: AFP)
Doha, Jurnas.com - Qatar berupaya meningkatkan kerja sama keamanan dengan Amerika Serikat (AS), menyusul serbuan rudal Iran yang berlangsung sejak awal perang AS-Israel vs Iran pada awal Maret lalu.
Iran melancarkan serangan rudal dan drone terhadap negara-negara Teluk penghasil minyak, setelah serangan AS-Israel yang menewaskan para pemimpin tertinggi Ayatullah Ali Khamenei.
Dikatakan, konflik tersebut mengganggu produksi di kawasan itu dan menyebabkan harga minyak melonjak, terutama pasca penutupan Selat Hormuz sebagai urat nadi migas dunia.
Qatar merupakan tuan rumah pangkalan AS terbesar di Timur Tengah, Pangkalan Udara Al Udeid, yang diserang oleh Iran selama perang yang meletus pada 1 Maret.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, memastikan kemitraan keamanan dengan AS tidak perlu dipertanyakan, namun kesepakatan dengan AS dan negara-negara Eropa perlu diperkuat.
Serangan AS Hantam Pangkalan Paramiliter di Irak
"Kemitraan ini adalah langkah pencegahan dan penghalang utama terhadap serangan apapun terhadap negara kita," kata Al Ansari dikutip dari AFP pada Selasa (10/3).
"Ketika keadaan menjadi di luar kendali dan memburuk, akibatnya, tindakan pencegahan tidak akan berhasil. Tetapi itu bukan berarti Anda tidak boleh memiliki tindakan pencegahan," dia menambahkan.
Pada Oktober 2025, Presiden AS Donald Trump berjanji akan menganggap setiap serangan bersenjata terhadap Qatar sebagai ancaman terhadap keamanan Amerika Serikat.
Adapun Iran telah bersumpah akan membalas serangan terhadap target-target AS di kawasan tersebut, jika terjadi serangan apapun ke Teheran.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Perang AS vs Iran Kemitraan Qatar AS Kerja Sama Keamanan



















