Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Johan Rosihan. (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Johan Rosihan mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai dampak konflik geopolitik di Timur Tengah terhadap ketahanan pangan nasional.
Menurut dia, eskalasi konflik antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia yang pada akhirnya berdampak langsung pada sektor pangan di dalam negeri.
“Dampak dari perang Iran, Israel dan keterlibatan Amerika ini perlu diseriusi untuk diamati oleh pemerintah. Yaitu berdampak kepada harga minyak dunia dan itu akan berpengaruh kepada biaya distribusi dan juga biaya produksi pangan kita,” kata Johan dalam sesi PKS Legislative Report jelang Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (10/3).
Ia menjelaskan, meskipun pemerintah mengklaim ketersediaan stok pangan mencukupi selama Ramadan, persoalan yang terjadi di lapangan tidak hanya soal jumlah pasokan, tetapi juga terkait distribusi dan stabilitas harga.
Menurutnya, lonjakan harga pangan di sejumlah pasar menunjukkan bahwa distribusi pangan masih belum merata.
“Kalau tidak diantisipasi, walaupun kita punya stok banyak, persoalan di lapangan tetap terjadi. Klaim pemerintah di awal Ramadan bahwa stok cukup memang baik, tetapi faktanya terjadi lonjakan harga di pasar-pasar. Salah satu sebabnya adalah distribusi yang tidak merata,” ujarnya.
Johan menilai kenaikan harga minyak dunia berpotensi memperbesar biaya logistik sehingga dapat menghambat distribusi bahan pangan ke berbagai daerah.
Apabila tidak diantisipasi sejak dini, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memperlebar disparitas harga antarwilayah.
“Dengan meningkatnya harga minyak, maka biaya distribusi juga akan meningkat. Ini bisa berdampak pada terhambatnya penyaluran pangan ke daerah-daerah. Karena itu harus diantisipasi secara cepat, jangan sampai pemerintah bersikap reaktif,” jelasnya.
Lebih lanjut, Johan menekankan pentingnya memperkuat produksi pangan dalam negeri serta mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Menurutnya, kebijakan kedaulatan pangan harus ditempatkan sebagai bagian integral dari ketahanan nasional.
“Ini sekaligus menjadi alarm bagi kita agar tetap fokus pada produksi dalam negeri dan tidak bergantung pada impor. Kebijakan kedaulatan pangan harus menjadi bagian dari tatanan ketahanan nasional,” tegasnya.
Johan menambahkan, Komisi IV DPR RI akan terus mendorong pemerintah mengambil langkah antisipatif agar gejolak global tidak berujung pada tekanan berat bagi petani maupun konsumen di dalam negeri.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Warta DPR Komisi IV Johan Rosihan stabilitas pangan nasional perang Iran-Israel
























