Selasa, 10/03/2026 17:47 WIB

15 Kosakata Bahasa Persia yang Diserap ke dalam Bahasa Indonesia





Jarang yang menyadari bahwa bahasa Persia (Farsi) menyumbang banyak kosakata ke dalam Bahasa Indonesia

Ilustrasi siswa sedang membaca buku (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com – Bahasa Indonesia dikenal sebagai bahasa yang dinamis dan kaya akan serapan dari berbagai bahasa asing, mulai dari Sanskerta, Arab, Belanda, hingga Inggris.

Namun, jarang yang menyadari bahwa bahasa Persia (Farsi) juga menyumbang banyak kosakata penting dalam percakapan kita sehari-hari.

Hubungan perdagangan dan penyebaran Islam di masa lalu menjadi pintu masuk utama bagi pengaruh budaya Persia ke Nusantara.

Pengaruh ini tidak hanya terlihat pada sastra dan arsitektur, tetapi juga melekat kuat dalam perbendaharaan kata kita.

Berikut ini 15 kata serapan dari bahasa Persia yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari bahasa Indonesia:

1. Anggur (Angur)

Buah yang populer ini berasal dari kata angur. Di Persia, istilah ini merujuk pada buah yang sama, yang sejak lama dikenal sebagai komoditas perdagangan lintas negara.

2. Bandar (Bandar)

Kata yang merujuk pada pelabuhan atau pusat perdagangan ini diambil dari bahasa Persia yang berarti pelabuhan atau kota pesisir. Kini, maknanya meluas hingga ke istilah "bandar udara" atau "bandar judi".

3. Biadab (Bi-adab)

Kata ini terbentuk dari awalan bi- yang berarti "tidak" dan adab yang berarti "tata krama". Secara harfiah, biadab berarti orang yang tidak memiliki kesopanan atau etika.

4. Cambuk (Chabuk)

Alat pemukul yang biasanya digunakan untuk hewan atau dalam konteks hukum ini diserap dari kata chabuk.

5. Domba (Dunba)

Hewan ternak ini berasal dari istilah dunba yang dalam bahasa aslinya merujuk pada jenis domba berlemak ekor besar.

6. Gandum (Gandum)

Bahan pokok pembuat roti ini diserap utuh dari bahasa Persia. Sejak dulu, wilayah Persia merupakan salah satu penghasil gandum utama di dunia.

7. Istana (Astana)

Kata astana dalam bahasa Persia merujuk pada ambang pintu atau tempat kediaman bangsawan/raja. Di Indonesia, kata ini mengalami penyesuaian menjadi istana.

8. Kamar (Kamar)

Meski sering dianggap serapan Belanda (kamer), kata ini sebenarnya berakar dari bahasa Persia kamar yang merujuk pada ruang atau pinggang (ruang lingkup tengah).

9. Kenduri (Kanduri)

Istilah untuk perjamuan makan atau selamatan ini berasal dari kata kanduri, yang dalam tradisi Persia kuno merujuk pada upacara makan bersama untuk memperingati sesuatu.

10. Kismis (Kishmish)

Anggur kering yang sering ada di dalam kue ini diambil dari kata kishmish. Persia memang dikenal sebagai salah satu produsen kismis terbaik dunia.

11. Nakhoda (Nakhuda)

Pemimpin kapal ini berasal dari gabungan kata nav (kapal) dan khuda (tuan/pemilik). Jadi, nakhoda secara harfiah berarti tuan atas kapal.

12. Pahlawan (Pahlavan)

Kata ini berasal dari pahlavan, yang merujuk pada sosok pemberani, kuat, atau pejuang. Di Indonesia, maknanya menjadi sosok yang berjasa bagi negara atau kemanusiaan.

13. Pasar (Bazaar)

Kata bazaar dalam bahasa Persia sangat mendunia. Di Indonesia, kata ini diserap menjadi "pasar" sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli.

14. Saudagar (Saudagar)

Merujuk pada pedagang besar, kata ini berasal dari sauda (perdagangan) dan gar (pelaku/pembuat).

15. Syahbandar (Shah-bandar)

Gelar penguasa pelabuhan ini berasal dari kata shah (raja) dan bandar (pelabuhan). Hingga kini, istilah ini masih digunakan secara resmi di pelabuhan-pelabuhan Indonesia.

KEYWORD :

Bahasa Persia Serapan Indonesia Kosakata Indonesia




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :