Selasa, 10/03/2026 13:06 WIB

Koin Berusia 2.000 Tahun Ini Pernah Dipakai Bayar Ongkos Bus di Inggris





Sebuah koin kuno berusia sekitar 2.000 tahun yang berasal dari peradaban Fenisia tiba-tiba muncul di kotak uang seorang sopir bus di Inggris pada era 1950-an

Sebuah koin kuno berusia sekitar 2.000 tahun yang berasal dari peradaban Fenisia (Foto: Live Science)

Jakarta, Jurnas.com - Sebuah koin kuno berusia sekitar 2.000 tahun yang berasal dari peradaban Fenisia tiba-tiba muncul di tempat yang tak terduga: kotak uang seorang sopir bus di Inggris pada era 1950-an.

Lebih dari tujuh dekade kemudian, koin langka itu akhirnya disumbangkan ke museum, tetapi asal-usul bagaimana benda tersebut sampai ke Inggris masih menjadi misteri.

Dikutip dari Live Science, koin tersebut pertama kali ditemukan oleh James Edwards, seorang kasir transportasi yang bekerja di perusahaan angkutan kota Leeds City Transport di kota Leeds, United Kingdom.

Tugasnya adalah mengumpulkan dan menghitung uang ongkos dari para sopir bus dan trem, termasuk memisahkan koin palsu atau asing yang tidak bisa digunakan.

Setiap kali menemukan koin aneh, Edwards biasa membawanya pulang untuk diberikan kepada cucunya, Peter Edwards. Meski bukan kolektor koin, keduanya selalu tertarik dengan asal-usul dan gambar yang terukir pada koin-koin tersebut.

“Bagi saya, koin-koin itu seperti harta karun,” kata Peter dalam pernyataannya pada 9 Maret dikutip Live Science. Ia mengaku sangat penasaran dengan salah satu koin yang terlihat berbeda dari koin lainnya.

Setelah melakukan penelitian sendiri, Peter menemukan bahwa koin tersebut ternyata berasal dari kota kuno Gadir, yang kini dikenal sebagai Cádiz di wilayah Andalusia, Spain. Kota pelabuhan itu merupakan koloni penting bangsa Fenisia di Eropa Barat yang didirikan sekitar abad ke-12 sebelum Masehi.

Bangsa Fenisia adalah peradaban pelaut dan pedagang yang juga mendirikan kota besar Carthage di wilayah yang kini menjadi Tunisia. Dalam sejarahnya, Gadir sempat berada di bawah kekuasaan Kartago setelah First Punic War pada abad ke-3 SM sebelum akhirnya dikuasai oleh Kekaisaran Romawi.

Koin perunggu tersebut menampilkan wajah dewa Fenisia Melqart di bagian depan, lengkap dengan penutup kepala kulit singa yang menyerupai ikonografi tokoh mitologi Hercules.

Sementara itu, bagian belakang koin memperlihatkan gambar dua ikan tuna sirip biru yang melambangkan pentingnya industri perikanan bagi ekonomi kota Gadir pada masa itu.

Meski asal-usulnya berhasil diidentifikasi, misteri terbesar tetap belum terpecahkan: bagaimana koin kuno dari Spanyol selatan itu bisa berakhir sebagai ongkos bus di kota Leeds.

Peter menduga koin tersebut mungkin dibawa oleh tentara yang pulang dari luar negeri setelah perang pada pertengahan abad ke-20. Pada masa itu, banyak tentara Inggris kembali dari berbagai negara dan kemungkinan membawa koin asing tanpa menyadari nilai sejarahnya.

Kini, setelah lebih dari 70 tahun disimpan, Peter akhirnya menyerahkan koin tersebut kepada Leeds Museums and Galleries agar dapat dipelajari oleh para ahli. Kurator arkeologi dan numismatika museum, Kat Baxter, mengonfirmasi bahwa koin itu memang berasal dari Gadir dan berusia sekitar dua milenium.

Menurut pejabat kota Leeds, Salma Arif, museum tidak hanya berfungsi menyimpan benda bersejarah, tetapi juga menghidupkan cerita di baliknya. Kisah koin yang pernah dipakai sebagai ongkos bus ini menunjukkan bahwa sejarah kadang muncul di tempat paling tak terduga.

Bagi Peter Edwards, kisah tersebut memiliki nilai emosional tersendiri. Ia yakin kakeknya akan bangga mengetahui bahwa koin yang dulu ditemukan secara tak sengaja kini menjadi bagian dari koleksi sejarah kota.

Meski demikian, satu pertanyaan besar tetap belum terjawab: perjalanan panjang koin Fenisia itu hingga akhirnya jatuh ke tangan seorang sopir bus di Inggris mungkin akan selamanya menjadi misteri sejarah. (*)

KEYWORD :

Koin Kuno peradaban Fenisia Ongkos Bus museum Inggris




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :