Ilustrasi genetika manusia (Foto: Live Science)
Jakarta, Jurnas.com - Perdebatan lama tentang apa yang paling menentukan panjang umur manusia, baik terkait gaya hidup sehat atau faktor keturunan, kini mendapat perspektif baru.
Analisis terbaru menunjukkan bahwa genetika mungkin memainkan peran jauh lebih besar dalam menentukan usia seseorang dibandingkan yang diperkirakan sebelumnya.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Science ini memperkirakan faktor genetik dapat menjelaskan sekitar 55 persen perbedaan umur manusia.
Dikutip dari Earth, angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan estimasi penelitian sebelumnya yang menyebut pengaruh gen hanya berkisar antara 6 hingga 33 persen.
Temuan ini diperoleh setelah para ilmuwan meninjau kembali data puluhan tahun dari registri kembar di negara Nordik seperti Denmark dan Sweden.
Data tersebut memungkinkan peneliti membandingkan umur pasangan kembar identik dan kembar tidak identik untuk melihat seberapa besar peran genetika terhadap umur panjang.
Penelitian ini dipimpin oleh ilmuwan dari Weizmann Institute of Science, yaitu Ben Shenhar. Ia menjelaskan bahwa analisis baru dilakukan dengan memisahkan penyebab kematian akibat faktor eksternal seperti kecelakaan atau infeksi dari proses penuaan biologis alami.
Menurut Shenhar, pendekatan ini membuat sinyal genetika terlihat lebih jelas. “Pesan dari penelitian kami bukan bahwa gaya hidup, olahraga, dan pola makan tidak penting,” ujarnya.
Selama beberapa dekade, banyak penelitian menggabungkan kematian akibat kecelakaan, infeksi, atau faktor lingkungan dengan kematian akibat proses penuaan. Pencampuran ini membuat pengaruh genetika terhadap umur manusia terlihat lebih kecil daripada kenyataannya.
Ketika para peneliti memisahkan kematian yang disebabkan oleh faktor eksternal—seperti kecelakaan atau penyakit menular—hasilnya menunjukkan bahwa kembar identik memiliki pola umur yang jauh lebih mirip dibandingkan perkiraan sebelumnya. Hal ini memperkuat dugaan bahwa DNA memiliki pengaruh besar terhadap seberapa lama seseorang dapat hidup.
Perubahan kondisi dunia modern juga ikut memperjelas pengaruh genetika tersebut. Dalam satu abad terakhir, kemajuan seperti vaksin, antibiotik, air bersih, hingga sistem kesehatan yang lebih baik telah menurunkan angka kematian akibat penyakit menular dan kecelakaan.
Dengan berkurangnya ancaman kematian dini, semakin banyak orang hidup cukup lama sehingga proses penuaan biologis memainkan peran lebih besar. Akibatnya, perbedaan genetik antar individu menjadi lebih terlihat dalam menentukan siapa yang mencapai usia lanjut.
Namun para ilmuwan menegaskan bahwa genetika bukanlah satu-satunya penentu umur panjang. Sekitar 45 persen faktor lain masih berasal dari gaya hidup dan lingkungan, termasuk pola makan, aktivitas fisik, stres, pekerjaan berisiko, hingga paparan polusi.
Para peneliti juga menemukan bahwa tidak ada satu gen tunggal yang bertanggung jawab atas umur panjang. Sebaliknya, umur manusia dipengaruhi oleh kombinasi banyak gen kecil yang bekerja bersama dalam tubuh.
Inilah sebabnya orang yang hidup hingga usia 100 tahun sering kali berasal dari keluarga dengan riwayat umur panjang. Gen pelindung dalam tubuh mereka diduga membantu sel memperbaiki kerusakan lebih efisien atau memperlambat penyakit terkait penuaan seperti penyakit jantung dan demensia.
Meski demikian, ilmuwan belum menemukan “gen umur panjang” yang benar-benar dominan. Sebagian besar gen hanya memberikan keuntungan kecil yang secara perlahan meningkatkan peluang seseorang untuk hidup lebih lama.
Temuan ini mendorong para peneliti untuk melakukan studi genetika dalam skala jauh lebih besar. Para ilmuwan kini mulai memetakan DNA ribuan keluarga berumur panjang untuk memahami pola genetik yang memengaruhi umur manusia.
Pada akhirnya, umur panjang manusia tampaknya terbentuk dari kombinasi kompleks antara genetika, lingkungan, dan faktor kebetulan. Meski gen berperan besar, pilihan gaya hidup tetap menjadi faktor penting yang dapat menentukan kualitas dan panjang hidup seseorang. (*)
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Genetika Manusia Umur Manusia DNA Manusia

























