Pemakaman militer di Kuwait (Foto: Reuters)
Kuwait City, Jurnas.com - Kuwait menggelar upacara pemakaman militer untuk dua prajurit yang tewas dalam menahan serangan rudal Iran, di tengah konflik Timur Tengah yang belum kunjung mereda.
Dikutip dari Reuters, Kuwait yang menjadi salah satu basis pangkalan militer Amerika Serikat (AS), menjadi sasaran serangan drone dan rudal Iran selama eskalasi militer.
Dikatakan, kedua prajurit itu tewas pada Minggu (8/3) pagi, namun pemerintah tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai penyebab pasti.
Militer Kuwait secara terpisah mengatakan bahwa daerah-daerah di dekat bandara internasional dihantam pada Minggu kemarin, dan pasukannya berhasil mencegat rudal dan drone.
"Para martir yang gugur dalam menjalankan tugas, Letnan Kolonel Staf Abdullah Emad Al-Sharrah dan Mayor Fahad Abdulaziz Al-Mejmed, dari Administrasi Umum Keamanan Perbatasan Darat, yang gugur pada waktu subuh," demikian keterangan Kementerian Dalam Negeri Kuwait.
Upacara pemakaman di Pemakaman Sulaibikhat dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Pertama dan Menteri Dalam Negeri Sheikh Fahad Al-Yousef Al-Sabah, bersama dengan tokoh-tokoh senior lainnya.
Pihak berwenang di sana mengatakan lima orang telah tewas sejak awal konflik AS-Israel vs Iran, termasuk empat personel militer dan seorang gadis muda, dan puluhan lainnya terluka.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Perang AS vs Iran Pangkalan AS Kuwait Upacara Pemakaman Militer

























