Senin, 09/03/2026 18:37 WIB

Kunci Tekan Inflasi, Stabilitas Harga Pangan





Komoditas dengan bobot konsumsi tinggi akan memberikan pengaruh besar terhadap inflasi apabila terjadi kenaikan harga

Penjual telur ayam ras. (Foto istimewa)

Jakarta, Jurnas.com - Stabilitas harga sejumlah bahan pangan utama perlu dijaga karena miliki bobot konsumsi terbesar dalam masyarakat dan berpotensi mendorong inflasi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyebut bahwa berdasarkan keranjang konsumsi nasional, komoditas dengan bobot terbesar adalah beras, diikuti daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, serta daging sapi.

Menurutnya, komoditas dengan bobot konsumsi tinggi akan memberikan pengaruh besar terhadap inflasi apabila terjadi kenaikan harga.

"Kalau bobotnya tinggi dan kenaikan harganya tinggi, ini akan mendorong inflasi. Oleh sebab itu, komoditas dengan bobot konsumsi besar perlu dijaga harganya," katanya dalam Rapat Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Ia menjelaskan, tekanan inflasi akan lebih mudah terjadi jika harga komoditas utama tersebut tidak terkendali.

Sebaliknya, kenaikan harga pada komoditas dengan bobot kecil dalam konsumsi masyarakat tidak akan terlalu berdampak besar terhadap inflasi.

Lebih lanjut, Amalia menyebut, pola konsumsi masyarakat di setiap daerah berbeda-beda. Secara nasional, komoditas dengan bobot terbesar dimulai dari beras, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, dan daging sapi.

Namun, di beberapa wilayah urutannya bisa saja berbeda. Ia mencontohkan, di Kepulauan Riau komoditas dengan bobot konsumsi terbesar setelah beras adalah daging ayam ras, kemudian cabai merah, dan telur ayam ras.

"Jadi memang ini karakteristik dari konsumsi masyarakat, pola konsumsi masyarakat ini berbeda-beda. Oleh sebab itu, mungkin satu hal yang bisa kita sikapi adalah masing-masing kepala daerah nanti bisa melihat mana bobot terbesar dari konsumsi masyarakat," katanya.(ant)

KEYWORD :

Harga Pangan Badan Pusat Statistik Tekanan Inflasi




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :