Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar memberi keterangan pers usai menutup Festival Jejak Jajanan Nusantara (JJN) di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta (Foto: Humas Kemenko PM)
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar mendorong pengembangan model Pasar 1001 Malam sebagai salah satu upaya memperluas akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dorongan itu disampaikan Menko PM saat menutup Festival Jejak Jajanan Nusantara (JJN) di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta, Minggu (8/3). Festifal JJN di GBK ini sukses terselenggara selama tiga hari mulai dari tanggal 6-8 Maret 2026.
Menko Muhaimin menjelaskan bahwa Jejak Jajanan Nusantara merupakan bagian dari piloting project kolaborasi untuk memperkuat ekosistem pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Ekosistem ini mempertemukan para pelaku, para pemilik modal, para industri besar untuk terus bersinergi dalam memajukan ekonomi nasional. Ini semua dibutuhkan apalagi di tengah ekonomi global yang tidak menentu, kita harus berdiri di atas kaki sendiri,” ujar Menko PM.
Menko PM menegaskan bahwa upaya memperkuat UMKM juga merupakan amanat undang-undang yang mengharuskan jajaran pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk menyediakan fasilitas yang memadai bagi pelaku usaha rakyat.
Karena itu, kata Menko Muhaimin, pemerintah terus mendorong pemanfaatan berbagai fasilitas publik, khususnya lokasi strategis, agar dapat dimanfaatkan oleh UMKM untuk mengembangkan usaha dan memperluas pasar.
“Ini perintah undang-undang sekaligus komitmen kita, Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, dan disetujui Presiden. Hendaknya semua jajaran pemerintahan memberikan fasilitasnya, terutama fasilitas strategisnya untuk UMKM kita, agar tumbuh dan mendapatkan jaringan pasar yang baik,” katanya.
Menko Muhaimin menyampaikan apresiasi kepada pengelola kawasan GBK serta pemerintah daerah yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Jejak Jajanan Nusantara sebagai ruang promosi dan pengembangan usaha bagi UMKM.
Ia juga memberikan apresiasi kepada 64 pelaku usaha yang terlibat dalam Festival Jejak Jajanan Nusantara, khususnya ibu-ibu pelaku ekonomi rumah tangga yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga.
Dari sisi ekonomi, dampak kegiatan ini juga terlihat dari nilai transaksi yang tercatat selama penyelenggaraan festival. Hingga kegiatan berlangsung, total transaksi mencapai sekitar Rp300 juta, meningkat hampir sepuluh kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Melalui kesempatan ini, Menko PM juga mendorong para pelaku UMKM untuk memaksimalkan penggunaan bahan baku dalam negeri dalam proses produksi, termasuk dalam berbagai sajian kuliner yang ditampilkan dalam Jejak Jajanan Nusantara.
Menurutnya, penguatan penggunaan bahan baku lokal menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian ekonomi nasional, terutama di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global.
“Kita punya pasar yang besar, kita punya konsumen yang begitu besar, kita punya wilayah yang begitu luas. Ini potensi yang tidak boleh kita sia-siakan, kita manfaatkan untuk kita menumbuhkan ekonomi berdikari, berdiri di atas kaki sendiri,” kata Menko PM.
Melalui pengembangan model Pasar 1001 Malam, pemerintah berharap kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dapat terus diperkuat sehingga UMKM semakin berkembang dan mampu menjadi motor penggerak perekonomian nasional.
Dalam waktu dekat, Kemenko Pemberdayaan Masyarakat akan menyelenggarakan Pasar 1.000 Malam perdananya di Masjid Baiturrahman, Aceh pada tanggal 11-13 Maret 2026.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Menko PM A. Muhaimin Iskandar Pasar 1001 Malam Pasar UMKM Jejak Jajanan Nusantara






















