Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Zulfikar Suhardi dalam penutupan kegiatan Pelatihan untuk Pelatih Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) di Gedung MAN 1 Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat. (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Tak hanya guru dan pendidik, anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI juga punya tanggung jawab besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, terutama anak-anak dan generasi muda Indonesia.
Demikian disampaikan Anggota DPR RI H. Zulfikar Suhardi dalam keterangan resminya, Minggu (8/3).
Hal yang sama diutarakannya dalam penutupan kegiatan Pelatihan untuk Pelatih Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) di Gedung MAN 1 Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat, kemarin.
Zulfikar mengatakan, meski dirinya ditugaskan fraksi di Komisi IV, tanggung jawab mendidik dan mencerdaskan generasi bangsa tidak boleh lepas.
“Saya memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta mencerdaskan anak-anak Indonesia khususnya di Sulawesi Barat. Karena itu, saya ikut terlibat dalam melatih guru-guru untuk belajar bagaimana mengajarkan matematika kepada anak didiknya di sekolah,” tegasnya.
Politikus Demokrat ini katakan, kemampuan matematika ini sangat penting dikuasai oleh anak didik. “Kemampuan matematika ini sangat berguna untuk membekali siswa kemampuan bernalar dengan baik,” ujarnya.
Ketika guru belajar bagaimana mengajarkan matematika dengan pendekatan dan strategi yang tepat, anak didik dapat menerima konsep dan prinsip belajar matematika dengan lebih mudah. Proses inilah yang diajarkan oleh Gernas Tastaka.
“Saya berjanji, pelatihan Gernas Tastaka ini tidak akan berhenti di Mamuju. Bersama IGI dan Gernas Tastaka, saya berharap pelatihan matematika ini juga diselenggarakan di seluruh kabupaten di Sulawesi Barat,” imbuhnya.
Sementara itu, Master Trainer Gernas Tastaka Dhitta Puti Sarasvati merasa bersyukur dan kagum pada karakter dan kemampuan guru-guru di Mamuju.
“Guru di sini sangat antusias dan termotivasi belajar matematika. Tidak menganggap remeh pelatihan meskipun para peserta ada yang berlatar belakang guru SMA, widyaiswara bahkan ada yang bergelar doktor. Semua ikut belajar. Para peserta mampu memahami bagaimana belajar matematika ini dengan baik,” ujar Dhitta.
Beberapa refleksi guru tentang pelatihan juga sangat personal. Artinya para peserta sangat memahami dan menghayati bagaimana proses belajar matematika ini.
“Peserta tidak hanya memahami penjelasan narasumber tetapi mampu menghayati materi pelatihan dengan sangat baik sehingga refleksinya sangat personal. Setiap peserta memiliki refleksi belajar yang berbeda. Ini bagus sekali,” tambahnya.
Menurut Dhitta, belajar matematika sangat penting bagi masa depan siswa dan bangsa Indonesia. Dengan matematika, siswa dibekali berbagai kemampuan berpikir kritis dan bernalar dengan baik. Siswa mampu memecahkan masalah dalam matematika sehingga diharapkan mampu memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
“Kompetensi matematika sangat penting dikuasai siswa Indonesia. Di antaranya pemahaman konsep matematis, berpikir kritis, komunikasi matematis, koneksi matematika yaitu menghubungkan matematika dengan ilmu lain dan dengan kehidupan,” kata Dhitta
Ketua IGI Sulbar Sutikno mengaku sangat puas dengan pembelajaran intensif selama 6 hari ini.
“Master trainer Gernas Tastaka datang secara langsung. Ini menunjukkan guru Mamuju dianggap sangat penting. Saya berharap pelatihan ini akan ditukarkan kepada guru-guru yang lain,” ujarnya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Warta DPR Komisi IV Legislator Demokrat Zulfikar Suhardi Gernas Tastaka






















