Vidi Aldiano, meninggal dunia pada Sabtu (7/3) akibat penyakit kanker ginjal (Foto: Instagram/@vidialdiano)
Jakarta, Jurnas.com - Di dunia medis, kanker ginjal sering dijuluki sebagai silent killer atau pembunuh senyap karena karakteristiknya yang tidak menimbulkan gejala dramatis pada stadium awal.
Berbeda dengan penyakit infeksi yang langsung memberikan sinyal melalui demam tinggi atau nyeri hebat, sel kanker di ginjal cenderung tumbuh secara sembunyi-sembunyi di dalam rongga perut yang dalam.
Hal ini menyebabkan banyak pasien baru menyadari adanya masalah ketika tumor sudah berukuran besar atau bahkan telah menyebar ke organ lain.
Padahal, jika dideteksi saat massa tumor masih kecil dan terbatas di ginjal, peluang kesembuhan pasien secara klinis dapat mencapai angka di atas 90 persen.
Salah satu tanda peringatan yang paling krusial namun sering disalahartikan adalah hematuria, atau adanya darah dalam urin. Urin mungkin tidak selalu berwarna merah terang; terkadang warnanya hanya tampak sedikit kecokelatan seperti air teh atau merah muda pucat.
Banyak orang mengira ini hanyalah gejala infeksi saluran kemih biasa atau akibat kurang minum air putih, sehingga mereka menunda pemeriksaan ke dokter.
Selain perubahan warna urin, munculnya rasa nyeri yang menetap di area pinggang atau punggung bawah yang bukan disebabkan oleh cedera fisik atau salah posisi tidur juga patut dicurigai sebagai sinyal adanya tekanan dari massa di dalam ginjal.
Kondisi yang lebih serius biasanya ditandai dengan apa yang disebut dokter sebagai "trias klasik", yaitu kombinasi antara kencing berdarah, nyeri pinggang, dan ditemukannya benjolan yang bisa diraba di area perut samping.
Namun, perlu dicatat bahwa munculnya ketiga gejala ini secara bersamaan biasanya menandakan penyakit sudah berada pada stadium lanjut.
Selain gejala fisik yang terlokalisasi di area ginjal, tubuh juga sering memberikan alarm sistemik yang bersifat umum seperti kelelahan ekstrem yang tidak kunjung hilang, penurunan berat badan secara drastis tanpa diet, hingga demam yang hilang timbul tanpa adanya infeksi yang jelas.
Mengingat posisi ginjal yang terlindung jauh di balik otot punggung dan tulang rusuk, deteksi dini melalui rabaan tangan sangatlah sulit dilakukan sendiri.
Oleh karena itu, kesadaran akan pemeriksaan kesehatan rutin atau medical check-up menjadi benteng pertahanan utama.
Langkah sederhana seperti melakukan USG abdomen secara berkala, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti obesitas, hipertensi, atau kebiasaan merokok, dapat menyelamatkan nyawa.
Dengan deteksi sedini mungkin, tindakan medis yang diambil bisa lebih konservatif, seperti hanya mengangkat bagian tumornya saja tanpa harus kehilangan seluruh fungsi satu ginjal.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
kanker ginjal silent killer stadium awal Vidi Aldiano























