Ilustrasi - sholat Tahajud di bulan Ramadan (Foto: Kompasiana)
Jakarta, Jurnas.com - Ramadan bukan sekadar tentang menahan lapar dan dahaga di siang hari, melainkan juga tentang bagaimana seorang hamba menghidupkan malam-malamnya dengan ibadah atau yang dikenal sebagai Qiyamul Lail.
Ibadah sunnah ini merupakan sarana paling utama untuk berkomunikasi secara intim dengan Sang Pencipta serta mendulang pahala yang berlipat ganda.
Keutamaan shalat malam telah ditegaskan sejak awal masa kenabian sebagai bentuk pengabdian yang mendalam. Allah SWT memerintahkan Rasulullah SAW untuk mengambil porsi waktu malamnya untuk bersujud, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Muzzammil ayat 2–3:
قُمِ الَّيْلَ اِلَّا قَلِيْلًاۙ . نِّصْفَهٗٓ اَوِ انْقُصْ مِنْهُ قَلِيْلًاۙ
"Bangunlah (untuk shalat) pada malam hari, kecuali sedikit (waktu), (yaitu) seperduanya atau kurangilah sedikit dari itu."
Ini Urutan Wilayah Penyebaran Islam di Indonesia
Bulan Ramadan memberikan dimensi yang berbeda bagi Qiyamul Lail. Pada bulan ini, Allah membentangkan pintu ampunan seluas-luasnya, terutama pada sepuluh malam terakhir yang menyimpan rahasia Lailatul Qadar.
Rasulullah SAW memberikan jaminan bagi siapa saja yang mampu menaklukkan rasa kantuknya demi beribadah di malam hari melalui sabdanya:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Barangsiapa yang menunaikan Qiyamul Lail di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).
Shalat malam, baik berupa Tahajud, Witir, maupun Tarawih, merupakan tangga bagi seorang mukmin untuk meraih kedudukan mulia di sisi Allah.
Dalam keheningan sepertiga malam, hati manusia cenderung lebih mudah mencapai tingkat kekhusyukan yang maksimal. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Surah Al-Isra ayat 79:
وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا
"Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."
Para ulama bersepakat bahwa rutinitas bangun malam selama Ramadan bukan hanya sekadar mengejar pahala secara kuantitas, tetapi juga bentuk latihan disiplin spiritual.
Kebiasaan ini dapat memperkuat iman, menenangkan jiwa yang gelisah, serta memperbaiki kualitas akhlak seorang Muslim secara keseluruhan.
Menghidupkan malam Ramadan dengan zikir, tilawah Al-Quran, dan doa adalah investasi jangka panjang bagi kehidupan akhirat.
Dengan memperbanyak sujud di waktu-waktu mustajab tersebut, seorang hamba berpeluang besar menutup bulan suci dalam keadaan bersih dari dosa dan dipenuhi dengan limpahan rahmat ilahi.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Keislaman Sholat Malam Qiyamul lail Bulan Ramadan























