Minggu, 08/03/2026 07:58 WIB

AS Rugi Rp98 Triliun selama Empat Hari Serang Iran





Amerika Serikat (AS) diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar USD$5,82 miliar atau Rp98 triliun dalam 100 jam pertama sejak menyerang Iran

Jet tempur Amerika Serikat (Foto: Anadolu)

Ankara, Jurnas.com - Amerika Serikat (AS) diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar USD$5,82 miliar atau Rp98 triliun dalam 100 jam pertama sejak menyerang Iran bersama Israel pada awal Maret lalu.

Dalam laporan yang dikutip dari Anadolu Agency pada Minggu (8/3), angka tersebut setara dengan sekitar 0,69 persen dari total anggaran pertahanan Amerika Serikat 2026.

Perhitungan menunjukkan bahwa pada 24 jam pertama operasi, AS menghabiskan sekitar USD$779 juta. Seiring berlanjutnya operasi, total biaya ofensif militer AS meningkat hingga sekitar USD$3,3 miliar, sejalan dengan estimasi dari lembaga riset Center for Strategic and International Studies (CSIS).

Selain biaya operasional, AS juga mengalami kerugian besar akibat serangan balasan Iran. Berdasarkan estimasi Anadolu, nilai kerugian aset militer AS sejauh ini mencapai sekitar USD$2,52 miliar.

Kerugian terbesar berasal dari hancurnya sistem radar peringatan dini AN/FPS-132 di Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar yang bernilai sekitar USD$1,1 miliar setelah terkena serangan rudal Iran. Qatar mengonfirmasi radar tersebut terkena serangan dan mengalami kerusakan.

Pada Minggu awal Februari, tiga jet tempur F-15E Strike Eagle juga hilang akibat insiden tembakan teman sendiri oleh sistem pertahanan udara Kuwait. Enam awak pesawat selamat, namun nilai penggantian tiga pesawat tersebut diperkirakan mencapai sekitar USD$282 juta.

Pejabat AS yang berbicara kepada CBS News juga menyebutkan tiga drone pengintai dan serang MQ-9 Reaper milik Angkatan Udara AS telah ditembak jatuh dengan nilai kerugian sekitar USD$90 juta.

Dalam serangan awal Iran pada Sabtu (1/3), markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain, juga menjadi sasaran. Serangan tersebut menghancurkan dua terminal komunikasi satelit serta sejumlah bangunan besar lainnya.

Laporan intelijen sumber terbuka mengidentifikasi terminal komunikasi satelit yang dihancurkan sebagai tipe AN/GSC-52B dengan estimasi biaya sekitar USD$20 juta termasuk instalasi dan penempatan.

Citra satelit yang dianalisis oleh The New York Times juga menunjukkan tiga radome tambahan hancur di Camp Arifjan di Kuwait dengan kerugian sekitar USD$30 juta.

Selain itu, komponen radar AN/TPY-2 dari sistem pertahanan rudal balistik THAAD di Kota Industri Al-Ruwais di Uni Emirat Arab dilaporkan hancur. Setiap radar tersebut diperkirakan bernilai sekitar USD$500 juta. Laporan lain menyebut satu sistem serupa di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania kemungkinan ikut hancur.

Secara keseluruhan, kerusakan aset militer AS akibat serangan Iran diperkirakan mencapai sekitar USD$2,52 miliar.

Sementara itu, analisis CSIS menyebut estimasi pengeluaran awal sebesar USD$779 juta kemungkinan mencerminkan biaya operasi militer harian AS.

CSIS memperkirakan pengisian kembali persediaan amunisi yang digunakan dalam 100 jam pertama operasi akan menelan biaya sekitar USD$3,1 miliar, dengan tambahan pengeluaran sekitar USD$758,1 juta per hari jika operasi terus berlanjut.

Dua kapal induk AS, USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford, yang masih berada di kawasan bersama kapal perusak dan kapal tempur pesisirnya, diperkirakan menghabiskan sekitar USD$15 juta per hari untuk operasional.

Selain itu, sistem pertahanan AS juga digunakan secara intensif untuk mencegat serangan Iran. Berdasarkan estimasi Payne Institute, militer AS telah menembakkan sekitar 180 pencegat rudal laut SM-2, SM-3, dan SM-6, sekitar 90 rudal Patriot PAC-2 dan PAC-3, serta 40 pencegat THAAD.

KEYWORD :

Perang AS vs Iran Anggaran Pertahanan AS Konflik Timur Tengah




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :