Minggu, 08/03/2026 05:20 WIB

Trump Peringatkan Serangan Lebih Dahsyat ke Iran, Bidik Target Baru





Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan serangan yang lebih dahsyat ke Iran, dan mengancam bakal memperluas serangan

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: AP)

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan serangan yang lebih dahsyat ke Iran, tak lama setelah negara Teluk itu meminta maaf kepada negara-negara tetangga akibat serangan rudal.

"Hari ini Iran akan dihantam sangat keras," tulis Trump dalam sebuah unggahan di media sosial, sebagaimana dikutip dari Arab News pada Minggu (8/3).

"Iran, yang sedang dihancurkan habis-habisan, telah meminta maaf dan menyerah kepada negara-negara tetangganya di Timur Tengah, dan berjanji bahwa mereka tidak akan menembaki mereka lagi. Janji ini hanya dibuat karena serangan tanpa henti dari AS dan Israel," dia menambahkan.

Trump juga mengancam akan memperluas serangan untuk membidik target-target baru di Iran, pasca serangan pendahuluan AS-Israel membunuh Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei.

"Area dan kelompok orang yang sebelumnya tidak dipertimbangkan untuk dijadikan target hingga saat ini, karena perilaku buruk Iran, sedang dipertimbangkan secara serius untuk dihancurkan sepenuhnya dan dipastikan akan dibunuh," ujar dia.

Sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian meminta maaf atas serangan Iran terhadap negara-negara di kawasan, dan menegaskan bahwa Teheran akan menghentikannya. Dia menyatakan bahwa agresi itu disebabkan oleh miskomunikasi di dalam jajaran militer.

Pezeshkian mengatakan dewan kepemimpinan sementara telah menyetujui penangguhan serangan terhadap negara-negara tetangga kecuali jika serangan terhadap Iran datang dari negara-negara tersebut.

KEYWORD :

Perang AS vs Iran Presiden Donald Trump Konflik Timur Tengah




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :